Tim Amani Ethopia, Tim Balap Sepeda Putri Pro Pertama Benua Afrika

UNTUK pertama kalinya tahun 2026 benua Afrika yang dikenal punya pelari pelari putri marathon tangguh dari Kenya dan Ethopia kini akan mempunyai tim balap sepeda professional divisi 2 (continental team) yaitu Tim Amani (putri) bermarkas di Ethopia.

Tim Amani yang sebelumnya merupakan Klub Putri Amani dibentuk sejak 2020 di Ethopia akan bertransformasi tahun 2026 menjadi Tim Pro UCI Continental Putri, Tim Amani. UCI Continental akan dipimpin oleh Asleigh Moolman Pasio. Tim ini punya potensi dan ambisi besar, diharapkan setelah empat tahun dibina, pada tahun 2029 bisa menjadi tim putri tangguh yang punya kemampuan tampil di arena balap sepeda “Tour Putri” terkemuka yaitu Tour de France Putri, Giro d’Italia Putri dan Vuelta a Espana Putri.

Tim Amani putri, dengan status UCI Continental team akan bermarkas di Ethopia dengan atlet putri yang direkrut asal Ethopia, Rwanda dan beberapa negara Afrika lainnya.

“Dengan kemampuan atlet balap sepeda putri Afrika yang secara fisik punya kmampuan yang bisa bersaing dengan pembalap putri Eropa, diharapkan akan bisa terbentuk tim dengan materi pembalap putri yang tangguh sehingga bisa diundang mengikuiti lomba “grand tour putri” besar seperti Tour de France Putri,” ungkap Asleigh Moolman mantan pembalap putri Afsel yang sukses di Olimpiade dan masuk tim pro putri kategori UCI World Tour di Eropa sejak 2010.

“Ketika tahun lalu saya diperkenalkan pada tim Amani saya amat terkesan dengan semangat para atlet dan pengurus klub yang amat antusias. Saya sebagai perintis balap sepeda putri benua Afrika yang sukses di Eropa berpikir saatnya saya sumbangkan pengalaman saya mengelola balap sepeda putri di Afrika, jadi dari pada mengirim talenta-talenta berbakat pembalap putri Afrika ke Eropa, lebih baik kami kembangkan potensi putri Afrika di Afrika sendiri,” tuturnya.

“Suatu saat atlet balap sepeda putri Afrika akan bisa bersaing di Eropa, bakat alam mereka luar biasa lihat saja para pelari putra maupun putri Afrika mereka mendominasi untuk lomba jarak jauh Marathon dunia. Di balap sepeda saya rasa tak akan berbeda jauh hanya penguasan teknik dan taktik di balap sepeda perlu pemahaman tersendiri. Afrika masih harus banyak belajar dan kami harus merintisnya,” tegas Ashley Moolman. (Bambang Kunthady)***

Komentar