KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Penyesuaian layanan Commuter Line Bandung Raya yang dilakukan KAI Commuter bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Bandung langsung menunjukkan hasil positif.
Pada hari pertama perubahan rute, jumlah pengguna KA 398 relasi Padalarang–Cicalengka tercatat 138 penumpang, meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan rata-rata sebelumnya yang hanya 34 penumpang.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan peningkatan ini menjadi indikator bahwa penyesuaian layanan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Bandung Raya. Ia menilai konektivitas yang lebih luas membuat masyarakat semakin percaya menggunakan transportasi publik berbasis rel untuk aktivitas harian.
KA 398 yang sebelumnya hanya melayani relasi Padalarang–Kiaracondong kini diperpanjang hingga Cicalengka guna menjangkau lebih banyak kawasan permukiman dan pusat kegiatan warga. Penyesuaian pola operasi juga dilakukan pada perjalanan KA 399 relasi Kiaracondong–Padalarang pukul 22.50 WIB yang kini ditiadakan.
Sebagai pengganti, layanan diakomodir oleh KA 357 relasi Cicalengka–Padalarang yang berangkat pukul 22.25 WIB dengan tarif tetap Rp5.000 sehingga kebutuhan perjalanan malam hari tetap terlayani.
Seiring peningkatan layanan perjalanan, mulai 1 Februari 2026 bangunan baru Stasiun Gadobangkong resmi dioperasikan. Pengoperasian ini merupakan hasil kolaborasi KAI Group, DJKA, dan BTP Kelas I Bandung dalam peningkatan infrastruktur pelayanan penumpang.
Perubahan paling signifikan terdapat pada aspek keselamatan, di mana akses menuju peron kini melalui jembatan penyeberangan orang (skybridge) sehingga pengguna tidak lagi menyeberangi jalur rel secara langsung.
Karina menambahkan, akses keluar masuk stasiun kini dipusatkan di sisi selatan dengan pemisahan pintu masuk dan keluar untuk memperlancar arus penumpang.
Lantai dua bangunan baru juga akan dimanfaatkan sebagai ruang tunggu serta penambahan fasilitas layanan lainnya. Stasiun Gadobangkong kini dilengkapi musala, ruang menyusui, toilet, loket layanan, fasilitas air minum gratis, signage terpadu, petugas frontliner, serta penanda stasiun di sisi jalan raya guna memudahkan akses masyarakat.
Pengoperasian bangunan baru ini diharapkan meningkatkan keselamatan pengguna saat berpindah peron, membantu mengurai kepadatan di Stasiun Padalarang, serta memberikan pilihan akses transportasi rel yang lebih dekat dengan kawasan permukiman.
KAI Commuter juga mengimbau seluruh pengguna untuk bersama-sama menjaga fasilitas stasiun demi kenyamanan dan keberlanjutan layanan publik.***






Komentar