KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk menghadirkan semangat kemerdekaan dalam bentuk yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Melalui QRISKeun Bandros, Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Bandung ingin menunjukkan bahwa digitalisasi dapat hadir secara sederhana dan menyenangkan, sekaligus menjadi bagian dari pengalaman menikmati Kota Bandung. Dengan tarif spesial Rp81 melalui QRIS, masyarakat tidak hanya diajak menikmati perjalanan wisata dengan Bandros, tetapi juga merasakan langsung kemudahan pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari,” demikian disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, Kamis, (13/8/2026), di Kota Bandung.
Menikmati sudut-sudut Kota Bandung dengan Bandros kini dapat menjadi pengalaman wisata sekaligus pengalaman bertransaksi digital. Bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kota Bandung menghadirkan QRISKeun Bandros, yang memungkinkan masyarakat menikmati perjalanan menggunakan Bandung Tour on Bus (Bandros) dengan tarif spesial Rp81 melalui pembayaran QRIS yang berlaku pada 16–17 Agustus 2026.
Angka Rp81 bukan sekadar tarif promosi. Angka tersebut menjadi simbol semangat 81 tahun kemerdekaan yang diterjemahkan ke dalam pengalaman sederhana dan dekat dengan keseharian masyarakat: menikmati Kota Bandung, menggunakan transportasi wisata, dan merasakan kemudahan pembayaran digital dalam satu perjalanan.
Kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung melalui QRISKeun Bandros sekaligus menunjukkan bagaimana transformasi digital dapat berjalan beriringan dengan pengembangan sektor pariwisata daerah. Bagi Bank Indonesia, QRIS tidak berhenti sebagai alat pembayaran, tetapi menjadi infrastruktur yang semakin terintegrasi dengan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
Bandros menjadi salah satu contoh konkretnya. Wisatawan tidak hanya berpindah dari satu destinasi ke destinasi lainnya, tetapi juga memperoleh pengalaman transaksi yang cepat, mudah, murah, aman, dan andal (CeMuMuAH). Integrasi pembayaran digital pada moda transportasi wisata diharapkan semakin memperkuat ekosistem pariwisata Kota Bandung yang terhubung dari transportasi, destinasi wisata, kuliner, hingga UMKM.
“Dalam rangka menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia dan Pekan QRIS Nasional, Bank Indonesia berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan Kota Bandung menghadirkan program tarif khusus layanan Bandros sebesar Rp81 bagi seluruh warga Kota Bandung maupun pengunjung dari luar Kota Bandung,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi.
Program ini akan dilaksanakan pada tanggal 16–17 Agustus 2026 di beberapa titik layanan Bandros, yaitu Shelter Alun-Alun Kota Bandung, Shelter Jl. Diponegoro, dan Shelter Braga. Adapun jam operasional layanan pada masing-masing shelter yaitu 08.00–16.00 WIB untuk Shelter Alun-Alun Kota Bandung dan Shelter Jl. Diponegoro, sementara Shelter Braga beroperasi 08.00–22.00 WIB pada 16 Agustus 2026 dan 08.00–16.00 WIB pada 17 Agustus 2026.
“Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat turut memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus meningkatkan pemanfaatan pembayaran digital melalui QRIS dalam layanan transportasi publik Bandros,” lanjutnya.
QRISKeun Bandros hadir dalam aktivitas ekonomi yang nyata dan semakin beragam. Program ini menjadi salah satu upaya memperluas use case sekaligus meningkatkan frequency of use QRIS dengan membawa pembayaran digital ke aktivitas yang sangat dekat dengan masyarakat, termasuk transportasi dan pariwisata. Semakin beragam pengalaman masyarakat menggunakan QRIS, semakin kuat pula kebiasaan bertransaksi digital yang terbentuk secara aman dan bertanggung jawab.
Di tengah semakin mudahnya transaksi, Bank Indonesia juga mengingatkan bahwa kenyamanan digital harus berjalan bersama kewaspadaan digital. Perluasan penggunaan QRIS perlu disertai pemahaman masyarakat mengenai keamanan data pribadi, privasi, serta berbagai modus penipuan dalam transaksi digital. Melalui kampanye ‘Kalau Ragu, Stop Dulu’, Bank Indonesia mengajak masyarakat untuk tidak terburu-buru mengklik tautan, melakukan transfer, maupun membagikan OTP atau informasi pribadi ketika menemukan transaksi atau informasi yang meragukan. Masyarakat perlu memastikan informasi berasal dari kanal resmi dan terpercaya serta menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan. Bagi merchant, kewaspadaan juga diperlukan dengan memastikan pembayaran telah benar-benar diterima sesuai kode QR dan nominal transaksi.
Perlindungan konsumen menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembayaran digital yang sehat. Karena itu, Bank Indonesia terus memperluas edukasi agar masyarakat semakin memahami hak sebagai konsumen, mengenali berbagai potensi risiko, serta mengetahui mekanisme pengaduan apabila menghadapi permasalahan dalam bertransaksi digital.
Bank Indonesia akan terus memperluas akseptasi pembayaran digital melalui berbagai use case yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai mitra strategis akan terus diperkuat agar QRIS tidak hanya semakin luas diterima, tetapi juga semakin relevan digunakan dalam beragam aktivitas ekonomi Masyarakat: semakin digital, semakin aman, dan semakin QRIS. (Pun)***







Komentar