KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID), 13 Juli 2026* – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mencatatkan capaian nihil kecelakaan kerja (Zero Accident) sepanjang Semester I Tahun 2026. Capaian ini menjadi wujud konsistensi PLN UID Jawa Barat dalam memperkuat budaya keselamatan kerja melalui penerapan Kesehatan, Keselamatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan (K3L dan Kam) atau Health, Safety, Security and Environment (HSSE) di seluruh lini operasional.
Budaya keselamatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap proses kerja di PLN UID Jawa Barat. Melalui penerapan standar keselamatan yang disiplin dan pengendalian risiko secara menyeluruh, perusahaan terus membangun lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja, baik pegawai maupun mitra kerja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program secara berkelanjutan, di antaranya pelaksanaan safety briefing sebelum pekerjaan dimulai, penerapan Contractor Safety Management System (CSMS), Safety Alignment, Safety Committee, Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Risiko (IBPPR), serta penguatan sistem manajemen HSSE yang terintegrasi. Selain itu, PLN UID Jawa Barat juga rutin melaksanakan pemeriksaan kesehatan pegawai, pelatihan dan edukasi keselamatan, evaluasi implementasi K3 di seluruh unit kerja, hingga monitoring dan pelaporan sebagai bagian dari proses peningkatan berkelanjutan.
Atas capaian tersebut, PLN UID Jawa Barat turut menerima apresiasi berupa penghargaan Zero Accident Semester I Tahun 2026 dari Direktur Distribusi PT PLN (Persero) yang diserahkan pada Kamis (9/7) dan diterima langsung oleh General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin.
General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan, capaian Zero Accident bukan sekadar indikator keberhasilan kinerja, tetapi merupakan hasil dari budaya keselamatan yang terus dibangun dan dijalankan secara konsisten oleh seluruh insan perusahaan.
“Zero Accident bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari kedisiplinan, kepedulian, dan komitmen seluruh insan PLN UID Jawa Barat dalam membudayakan keselamatan kerja. Setiap pekerjaan harus diawali dengan memastikan seluruh potensi risiko telah dikenali dan dikendalikan. Dengan demikian, petugas dapat bekerja secara aman dan masyarakat tetap memperoleh layanan kelistrikan yang optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan membangun budaya keselamatan hanya dapat diwujudkan apabila setiap insan perusahaan memiliki keberanian untuk saling mengingatkan, saling peduli, dan melakukan intervensi ketika melihat potensi bahaya.
“Keselamatan tidak boleh dipandang sebagai kewajiban administratif ataupun sekadar memenuhi prosedur. Keselamatan adalah tanggung jawab moral setiap pekerja. Ketika kita bekerja dengan selamat, kita bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga keluarga yang menanti kita pulang. Karena itu, budaya patuh, peduli, dan tanggap harus terus menjadi bagian dari pola pikir dan perilaku seluruh insan PLN UID Jawa Barat,” katanya.
PLN UID Jawa Barat akan terus memperkuat implementasi budaya HSSE secara konsisten di seluruh proses bisnis agar setiap pekerjaan dapat dilaksanakan dengan aman, profesional, dan mengedepankan keselamatan sebagai nilai utama perusahaan. (Pun)***




Komentar