TuguBandung – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bandung (LPPM UM Bandung) sebagai penanggungjawab kegiatan pengabdian kepada masyarakat mahasiswa dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan melaksanakan KKN Periode Agustus – September 2025 dimulai tanggal 6 Agustus – 26 September 2025.
Ada lima kabupaten dan kota di bandung raya yang akan menjadi tempat pelaksanaan KKN UM Bandung yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.
Guna memberikan pemahaman terhadap hampir 1.200 (seribu dua ratus) peserta KKN terkait pelaksanaan KKN tersebut LPPM UM Bandung melakukan sosialisasi Kuliah Kerja Nyata terhadap para Mahasiswa pada Jum’at (4/8/2025) secara online.
Sosialisasi KKN UM Bandung menghadirkan narasumber, Wakil Rektor 1, Dr. Hendar Riyadi, M.Ag., Kepala LPPM UM Bandung, Dr. Ijang Faisal, M.Si, Ketua Panitia KKN UM Bandung tahun 2025, Dr. Perwito, MT., dan lainnya.
Sosialisasi KKN UM Bandung diawali dengan sambutan Warek 1 yang menyampaikan harapannya dari adanya KKN UM Bandung ini dapat bersinergi dan menyinkronkan dengan program-program yang ada di Lokasi KKN. “Harapan kami bisa sinergi dan disinkronkan dengan program yang ada di Lokasi KKN baik pemerintah maupun masyarakat, sehingga nanti ketika walaupun waktunya singkat, mungkin kurang lebih satu bulan, nanti ketika sudah selesai KKN, ada manfaat, ada hal-hal positif yang bisa kita dapatkan dari kegiatan rekan-rekan KKN dari UM Bandung ini,” Ungkap Warek 1.
Selanjutnya Kepala LPPM UM Bandung Dr Ijang Faisal, M.Si meminta agar para mahasiswa untuk riang gembira menghadapi pelaksanaan KKN yang akan dilaksanakan dari tanggal 6 Agustus – 26 September 2025 “ Kami meminta agar saudara-saudara riang gembira menjadi duta kampus yang baik dalam pelaksanaan KKN tahun ini, sehingga Masyarakat akan mengingat UMBandung sebagai kampus yang baik dan memberi dampak yang baik” ujar Ijang.
“Setiap Mahasiswa KKN sudah dibekali keilmuan sehingga diharapkan dapat berkontribusi di desa dan kelurahan tempat KKN,” ungkap Ijang. Dijelaskan juga sebelum KKN dilaksananakan akan dilakukan survei dahulu sebanyak tiga kali oleh mahasiswa KKN. Salah satu tujuan survei tersebut yaitu mengkaji potensi desa dan atau kelurahan yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa KKN yang mempunyai latar belakang keilmuan berbeda. Karena Program kerja yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UM Bandung dibagi dalam 7 bidang yaitu bidang sosial agama, ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan pelayanan lingkungan.
Dr. Perwito Ketua KKN UM Bandung menambahkan harapan warek dan kepala LPPM UM Bandung agar mahasiswa KKN tidak berpolitik praktis. “Bila ada mahasiswa KKN melakukan politik praktis, kami akan menjatuhkan sanksi, “jelas Perwito. Kemudian Dr. Perwito menambahkan sebelum mereka diterjunkan untuk KKN di desa-desa dan Kelurahan, sudah diberikan pembekalan materi. “Para mahasiswa yang akan diterjunkan ke Lokasi KKN, sudah dibekali baik berupa materi isi maupun materi proses oleh tim LPPM dan Pemda setempat,” tandasnya







Komentar