KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Delapan seniman Bandung menghadirkan karya terbaik mereka dalam pameran bertajuk “Idiosinkrasi” yang dikuratori oleh Lutfa Mahmuda. Pameran berlangsung mulai 1 September hingga 1 November 2025 di Galeri Seni Lorong Senja, Jalan Cijagra 3 No. 62, Buahbatu, Bandung.
Mengusung tema idiosinkrasi atau kekhasan seseorang, pameran ini menampilkan karya dari Dede Priana, Supriatna, Gustiyan Rachmadi, Andy Sopiandi, Rudy Harjanto, Tondy Hasibuan, Moya Kamaruddin, dan Tsabita Aqlimah.
Selain menjadi ajang apresiasi seni rupa, pameran ini juga diharapkan menjadi ruang silaturahmi antar seniman, sekaligus melanjutkan tradisi pertemuan komunitas pelukis Bandung yang tergabung dalam kelompok The Dorm.
“Pameran ini kami selenggarakan bukan hanya untuk meramaikan kegiatan seni di Bandung, tetapi juga sebagai wadah pertemuan lintas disiplin. Galeri Seni Lorong Senja terbuka bagi seniman muda, baik seni rupa, teater, musik, pantomim, maupun tari,” ujar Dede Priana, pemilik Galeri Seni Lorong Senja sekaligus salah satu peserta pameran, Selasa, (2/9/2025).
Karya-karya yang ditampilkan dalam “Idiosinkrasi” menawarkan keragaman perspektif: dari ekspresi abstrak penuh energi ala Dede Priana, narasi visual emosional Supriatna, eksplorasi patung introspektif Gustiyan Rachmadi, hingga dunia mikroskopis yang unik oleh Tsabita Aqlimah. Setiap seniman menghadirkan kekhasan masing-masing yang mengundang penonton untuk berinteraksi dengan pengalaman batin mereka sendiri.
Pameran ini menegaskan kekuatan seni sebagai bahasa universal yang mampu menyentuh emosi, menembus batas budaya, dan menghadirkan refleksi mendalam tentang kehidupan.
Pameran “Idiosinkrasi” terbuka untuk umum dan dapat dikunjungi setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB di Galeri Seni Lorong Senja, Bandung.***













Komentar