KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat resmi meluncurkan Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 Tahun 2026, Selasa, (28/4/2026). Kegiatan ini digelar secara hybrid dan melibatkan unsur pemerintah, lembaga penyiaran, serta insan media di Jawa Barat.
Peluncuran ditandai dengan pengenalan logo serta rangkaian kegiatan oleh Ketua KPID Jawa Barat, Adiyana Slamet. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut menghadirkan total 28 kategori penghargaan yang terbagi ke dalam tiga kelompok utama, yakni Radio, Televisi, dan Umum.
“Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat menghadirkan 28 kategori penghargaan yang terbagi dalam tiga kelompok utama, yaitu Radio, Televisi, dan Umum,” ujar Adiyana dalam paparannya.
Ia menegaskan, ajang ini hanya dapat diikuti oleh lembaga penyiaran yang telah memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) yang masih berlaku. Menurutnya, hal tersebut penting untuk memastikan kualitas sekaligus kepatuhan terhadap regulasi penyiaran.
Untuk kategori Radio dan Televisi, KPID Jabar menilai berbagai jenis program seperti jurnalistik, hiburan seni budaya lokal, talkshow, program religi, hingga siaran bertema lingkungan dan kebangsaan. Selain itu, kategori layanan iklan masyarakat (ILM) mitigasi bencana juga kembali menjadi fokus penting tahun ini.
Sementara kategori Umum mencakup penghargaan bagi lembaga penyiaran kolaboratif, presenter atau reporter terbaik, duta penyiaran, lifetime achievement, hingga kepala daerah yang peduli terhadap dunia penyiaran.
Komisioner KPID Jawa Barat, Achmad Abdul Basith, menyebutkan bahwa para pemenang akan mendapatkan apresiasi berupa piala, sertifikat, serta uang pembinaan.
“Jumlah total uang pembinaannya belum bisa kami sampaikan saat ini karena bergantung pada anggaran dan sponsor. Namun yang jelas, komitmennya adalah ada uang pembinaan untuk setiap pemenang,” jelas Basith.
Tak hanya itu, KPID Jabar juga memberikan nilai tambah bagi para pemenang melalui rekomendasi kerja sama iklan dengan instansi pemerintah maupun swasta.
“Kami memprioritaskan pemenang karena dinilai sebagai media yang berkualitas dan taat regulasi. Penilaian tidak hanya dari kreativitas, tetapi juga kepatuhan terhadap aturan,” tambahnya.
Pada tahun ini, isu lingkungan menjadi salah satu fokus utama dalam penilaian. Basith menuturkan bahwa KPID Jabar ingin mendorong lembaga penyiaran untuk lebih aktif dalam edukasi mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
“Kami mendorong media tidak hanya memberitakan bencana saat terjadi, tetapi juga aktif mengedukasi publik terkait mitigasi dan kepedulian lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, KPID Jabar juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menghadirkan kategori khusus bagi pelajar melalui program “Agen Pelajar” atau Agen P, yang bertujuan mencetak generasi muda yang melek penyiaran.
Dalam mekanisme penilaian, proses dilakukan secara berjenjang mulai dari seleksi administratif, evaluasi kepatuhan terhadap regulasi, hingga penilaian dewan juri independen. Komposisi penilaian terdiri dari 70 persen penilaian juri dan 30 persen aspek kepatuhan.
Peserta dapat mengirimkan karya siaran yang telah tayang dalam periode 1 September 2025 hingga 20 Agustus 2026. Batas akhir pengumpulan karya ditetapkan pada 28 Agustus 2026.
Adapun puncak acara Anugerah Penyiaran KPID Jawa Barat ke-19 Tahun 2026 akan digelar pada 16 November 2026 dan disiarkan secara langsung melalui jaringan radio dan televisi.
Melalui ajang ini, KPID Jawa Barat berharap dapat terus meningkatkan kualitas isi siaran sekaligus memperkuat peran media sebagai sarana informasi, edukasi, dan kontrol sosial di tengah masyarakat.
Untuk hadiah disesuaikan dengan tahun lalu. Yang berbeda tahun ini ada ILM untuk Mitigasi Bencana. Tema tahun ini Penyiaran Lestari untuk Jawa Barat Istimewa. Ada beberapa poin dalam logo melambangkan tema ini, pohon melambangkan akar kokoh dan kelestarian, gedung satu melambangkan jati diri Jawa Barat, Kujang melambangkan keberanian, logo frekuensi melambangkan penyiaran dan gunungan melambangkan budaya Jawa Barat.
Kami optimis Anugerah Penyiaran tahun ini akan lebih ramai dan meriah dari sebelumnya tentu dengan dukungan Pemkot Cimahi dan NusantaraTV selaku Host Partner. (Pun)***


Komentar