Menu

Mode Gelap

Feature · 27 Mei 2022 05:28 WIB ·

Halal Bihalal IPHI Jabar 2022 Rekatkan Ukhuwwah Bangsa

 Halal Bihalal IPHI Jabar 2022 Rekatkan Ukhuwwah Bangsa Perbesar

TUGUBANDUNG – IKATAN Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) adalah medium ukhuwah di tengah polarisasi bangsa yang sudah terkotak-kotak akibat demokrasi politik kepentingan.

Demikian dikatakan Ketua IPHI Jabar H. Ijang Faisal saat memberikan sambutan dalam puncak acara Halal Bihalal IPHI Jabar 2002 di Laut Biru Resort Hotel, pantai barat Pangandaran, Rabu (25/5/2022).

Dari kiri ke kanan: Drs. KH. Zaenal Muttaqin (Ketua IPHI Pangandaran), H. Ijang Faisal (Ketua IPHI Jawa Barat), H. Ujang Endin Indrawan (Wakil Bupati Pangandaran), Drs. H. Supriana (Kepala Kantor Kemenag Pangandaran), dan Drs. H. Anang Jauharudin (Ketua BAZNAS Jabar), (Foto, Dok: SMF)

Acara yang dihadiri lebih dari 200 anggota jemaah IPHI tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Pangandaran, H. Ujang Endin Indrawan,Kepala Kantor Kemenag Pangandaran, H. Supriana Ketua Forum KBIHU Jabar, H. Sunija, Ketua MUI Kabupaten Pangandaran, K.H. Otong dan sejumlah perwakilan PD IPHI Kabupaten dan Kota se-Jabar.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pangandaran, H. Ujang menyampaikan terimakasih kepada IPHI Jabar yang telah memilih Pangandaran sebagai tempat acara, “Pangandaran sedang berbenah untuk memajukan daerah agar kesejahteraan rakyat bisa ditingkatkan” kata Ujang.

Pemerintah Kabupaten Pangandaran akan senantiasa bekerjasama dengan IPHI karena IPHI merupakan salah satu organisasi stratrgis yang bisa jadi mitra kebaikan untuk pemerintah, kita akan selalu mendukung IPHI Pangandaran untuk sinergi dan kolaborasi demi kemajuan Pangandaran, pungkasnya.

PEREKAT BANGSA

Sementara Ketua IPHI Jawa Barat, H. Ijang Faisal menambahkan bahwa “Bangsa ini sedang terkotak-kotak, karena itu kita harus bisa menyatukan dengan silaturahmi dan ukhuwah yang dilakukan IPHI Jabar dan IPHI kota kabupaten, sehingga IPHI menjadi perekat bangsa bukan peretak,” katanya.

Apalagi, tidak semua orang bisa jadi anggota IPHI terlebih jadi pengurus IPHI, karena ia harus bayar dulu BPIH hampir Rp. 35 juta plus harus beribadah ke Haromain (dua tanah suci) sebagai prasyarat menjadi haji, jadi tidak sembarang orang bisa jadi IPHI apalagi Pengurus, “aneh kalau ada yang ngaku pengurus IPHI sementara belum berhaji”. Kelakarnya.

“Haji juga manfaatnya bisa disaksikan dan dirasakan langsung, sekarang saja dengan silaturahim kita bisa makan bersama, kumpul bersama dan saling berhalalabihalal,” sambungnya.

Dalam rangkain acara halalbihalal tersebut IPHI juga melakukan kunjungan ke IPHI Kota Banjar, sekaligus menyalurkan bingkisan kepada pengurus masjid raya kota Banjar, Rabu dini hari.

Pemberian santunan dari IPHI Jabar kepada pengurus masjid raya kota banjar bersama kepala dinas pendidikan kota Banjar (H.M. Kaswad) (Foto.Dok: SMF)

Di tempat sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjar H. Kaswad mengatakan, pihaknya mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kedatangan rombongan.

“Kegiatan IPHI di Banjar itu aktif, ada pembinaan calon haji dan pasca haji. Kemudian juga ada bantuan yatim piatu, khitanan massal, dan tahun ini insya Allah dari APBD akan diberi Rp100 juta untuk IPHI Banjar,” katanya.

Menurut dia, sekalipun Kota Banjar hanya terdiri dari 4 kecamatan dengan 205 ribu penduduk, namun selalu berusaha sama maju dengan kota yang lainnya.

Rangkaian halalbihalal IPHI Jabar sendiri diawali pada Rabu, 25 Mei 2012 dengan shalat subuh berjamaah di Masjid Agung Kota Banjar yang dilanjutkan dengan jamuan makan pagi oleh unsur Pimpinan Pemkot Banjar, Kepala Kemenag Kota Banjar, serta Ketua IPHI dan Baznas, Kota Banjar.

Selanjutnya, pada jam 9 pagi dijamu oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di Laut Biru Resort Hotel Pangandaran. Acara lanjutan adalah malam ta’aruf dan halal bihalal seluruh pengurus IPHI Jabar bertempat di Villa Woody Parigi Pangandaran.

Suasana Halalbihalal IPHI Jabar di Pangandaran (Foto, Dok:SMF)

Akhir acara pada Kamis, 26 Mei dipungkasi dengan silaturahim dan pemberian santunan di Pesantren Husnul Khotimah dan Pesantren Idrisiyah, Tasikmalaya.

Santunan di pesantren Idrisiyah Tasikmalaya (Foto, Dok:SMF)

Artikel ini telah dibaca 348 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kaum Muda dalam Diakonia Gereja

7 Juni 2024 - 19:46 WIB

Diakonia Pendidikan, Jembatan Harapan yang Menghubungkan Kepedulian dengan Tindakan Nyata

7 Juni 2024 - 18:58 WIB

Katedral Santo Petrus Kokoh Berdiri Dalam Usia Seabad Lebih

7 Juni 2024 - 08:32 WIB

Menelusuri Keindahan Arsitektur Neo-Romantik Gereja Santo Igantius Kota Cimahi

6 Juni 2024 - 15:44 WIB

“Istana Para Dewa”, Satu Klenteng dengan Dua Vihara

6 Juni 2024 - 15:11 WIB

Geliat Dakwah Lewat Radio, Masih Diminati di Era Digital

6 Juni 2024 - 14:09 WIB

Trending di Feature