KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada pemberdayaan ibu-ibu PKK di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, belum lama ini. Bertempat di Gedung Serba Guna Kelurahan Pasirkaliki, kegiatan ini mengusung tema “Pendekatan Media Baru dalam Edukasi Lingkungan” dan bertujuan meningkatkan kesadaran serta kemampuan warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Nur Ratih Devi Affandi, S.S., M.Si sebagai ketua pelaksana bersama Dr. Dhini Ardianti, S.Sos., M.I.Kom sebagai anggota tim. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, khususnya terkait pengelolaan sampah, pembakaran sembarangan, serta kurangnya inisiatif daur ulang. Ibu-ibu PKK dipilih sebagai mitra strategis karena peran aktif mereka dalam komunitas dan potensi besar sebagai agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

Dalam kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB ini, para peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai produksi konten edukatif bertema lingkungan menggunakan media digital. Materi yang diberikan meliputi strategi komunikasi persuasif, teknik dasar membuat video pendek, penggunaan infografis, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye pelestarian lingkungan. Sesi pelatihan juga diwarnai dengan permainan peran (roleplay) yang mendorong peserta untuk langsung mempraktikkan pembuatan konten dengan pesan ajakan, seperti “Kurangi sampah plastik, bawa tas belanja sendiri.”
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif dan keterampilan praktis kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, agar mampu menyuarakan isu lingkungan dengan cara yang kreatif, relevan, dan aplikatif,” ungkap Dr. Nur Ratih Devi Affandi dalam sesi pembukaan.
Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap isu lingkungan, serta kemampuan mereka dalam menyusun pesan kampanye yang sederhana namun efektif. Produksi konten dilakukan dengan pendekatan lokal, menggunakan bahasa sehari-hari atau bahasa Sunda agar pesan lebih mudah diterima dan menyentuh masyarakat luas.
Selain meningkatkan keterampilan komunikasi digital, kegiatan ini juga mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ibu-ibu PKK didorong untuk tidak hanya menyampaikan pesan, tetapi juga menjalankan praktik pengelolaan sampah secara langsung di rumah tangga masing-masing.
Program ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, dan menjadi wujud nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menjawab tantangan lingkungan perkotaan. Dengan mengedepankan pendekatan partisipatif, kegiatan PKM ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan komunitas yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. ***







Komentar