Entrepreneurship Day 2025: DHIS Secondary Lodaya Tanamkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini pada Siswa SMP

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Darul Hikam Integrated School (DHIS) Secondary Lodaya kembali menggelar Entrepreneurship Day 2025, sebuah kegiatan tahunan yang menjadi wadah bagi para siswa kelas VII untuk belajar dan mempraktikkan langsung bagaimana menjadi seorang wirausaha muda.

Guru dan Ketua Entrepreneurship DHIS Secondary Lodaya, Eriska atau akrab disapa Miss Eris, menuturkan bahwa melalui acara ini, para siswa diajak untuk mengasah kreativitas, tanggung jawab, serta kemampuan kerja sama tim dengan membangun usaha kecil dalam kelompok.

“Anak kelas tujuh A dan kelas tujuh B sudah mulai untuk memulai usaha lebih awal supaya mereka mengambil inisiatif, belajar untuk bertanggung jawab juga, dan teamwork-nya juga karena dibuatnya per grup,” tutur Eriska saat ditemui di Kampus DHIS Secondary Lodaya, Jl. Sancang, Kota Bandung, pada Sabtu (01/11/2025).

Dalam penilaiannya, Eris menuturkan bahwa proses menjadi aspek penting.

“Mulai dari penilaiannya kita lihat dari prosesnya dulu. Dari awal saya sudah mulai melakukan penilaiannya sampai akhir saya lihat dari effort-nya. Setiap booth-nya, decorate-nya, terus juga hasil produknya dan juga rasanya saya nilai sebagai dasarnya,” jelasnya.

Tahun ini, Entrepreneurship Day tampil berbeda karena digelar bersamaan dengan kegiatan D-Crex (Darul Hikam Creative Expo). Melalui kolaborasi ini, para siswa berkesempatan merasakan pengalaman berjualan langsung kepada pelanggan sesungguhnya.

“Tahun ini kita berbeda karena berbarengan dengan acara satu lagi, D-Crex, di mana mereka bisa merasakan real customer-nya juga, bisa berinteraksi dengan real customer,” tambah Eriska

Selain mengasah kreativitas dan keberanian siswa, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Salah satu orang tua siswa, Fuad, mengungkapkan apresiasinya terhadap program tersebut.

“Alhamdulillah, anak saya, Kenzie, berjualan atas inisiatif sendiri, Dalgona dan Mochi Bytes. Ini adalah pengalaman pertama kami mengikuti acara entrepreneurship ini, dan rasanya sangat seru sekali,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter dan semangat wirausaha anak sejak dini.

“Anak-anak benar-benar dilatih untuk berkreasi, berpikir bagaimana menjadi seorang entrepreneur. Ini sangat positif sekali buat anak-anak kami, agar mereka tahu betul dari dini bagaimana menjadi entrepreneur,” lanjutnya.

Menurutnya, dibandingkan masa SD, peran orang tua kali ini jauh lebih kecil karena siswa sudah mandiri dalam mengelola usahanya.

“Kalau dibandingkan waktu SD, di sini orang tua sangat minim effort-nya. Jadi benar-benar cuma melihat saja apa yang mereka jual, mereka bikin, tinggal jajan aja orang tuanya,” tambahnya.

Menutup wawancaranya, Fuad berpesan untuk anaknya agar terus belajar dan menikmati proses berwirausaha.

“Kenzie, jadi hari ini belajarlah betul menjadi seorang entrepreneur supaya nanti ke depan semakin dewasa dan tahu bagaimana membuat business plan yang bagus dan sebagainya. Terakhir, enjoy your entrepreneurship day. Jualan yang banyak ya!” ujarnya.

Sementara itu, Eriska juga menegaskan bahwa fokus utama pembelajaran kali ini bukan sekadar pada hasil penjualan, tetapi pada pembentukan mental dan kepercayaan diri siswa.

“Setelah dari pameran ini, sebenarnya masih ada pembelajaran juga sampai November akhir. Di situ, kami berhitung bareng terkait profitnya. Lalu saya melihat untuk anak-anaknya juga membangun mentalnya dulu aja. Kalau untuk membentuk usahanya mungkin agak jauh ya karena masih kelas satu. Jadi membentuk rasa percaya dirinya dulu dan melihat bagaimana sih cara berjualan, bertemu dengan customer aslinya itu bagaimana,” pungkasnya.

Melalui Entrepreneurship Day 2025, DHIS Secondary Lodaya berharap para siswa dapat belajar menjadi individu yang kreatif, mandiri, dan berani mengambil inisiatif bekal penting bagi generasi masa depan yang inovatif dan berdaya saing.***

Komentar