BAGI warga Kota Kembang, sepatu roda bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya urban yang telah mengakar sejak puluhan tahun silam. Dari sekadar hobi jalan santai hingga menjadi aktivitas ikonik saat berburu takjil, sepatu roda tetap eksis melintasi berbagai generasi.
Nostalgia Aspal Bandung: Era 70-an hingga Disco Skate
Tren ini bermula pada era 1970-an. Kala itu, jalanan Bandung yang masih lengang menjadi sirkuit alami bagi anak-anak hingga dewasa, terutama saat momen Ramadan selepas sahur atau menjelang berbuka. Memasuki tahun 1987, fenomena ini bergeser ke arah gaya hidup dengan munculnya arena disco skate legendaris seperti NASA di Asia Afrika Plaza dan Lipstick di Mall Palaguna, yang memadukan olahraga dengan musik dan tren global.

Revolusi Inline Skate dan Prestasi
Transformasi besar terjadi di tahun 1992 saat inline skate (sepatu roda sejajar) mulai mendominasi pasar Indonesia. Merek-merek ikonik seperti Rollerblade hingga California Pro mulai bermunculan, menggeser tren quad skate (empat roda) meski penggemar setianya tetap ada hingga kini. Secara global, olahraga ini pun semakin diakui lewat federasi internasional seperti World Skate.

Dedikasi Detje dan BB-Inline Skate Academy
Di tengah pasang surut tren tersebut, sosok legendaris Detje Ahmad Nursyamsi muncul sebagai penggerak utama. Mantan atlet nasional kebanggaan Jawa Barat ini mendirikan Balance Bandung (BB) – Inline Skate Academy pada tahun 2008. Berawal dari teras Balaikota, kini klub tersebut menetap di kawasan Saparua dan telah membina ratusan atlet muda mulai usia 4 tahun hingga remaja.
“Kami ingin membangun budaya olahraga yang sehat dan inklusif. Bagi yang ingin mencoba tapi belum punya alat, kami menyediakan sepatu roda yang bisa dipinjam secara gratis untuk latihan,” ungkap Detje.

Ngabuburit Sehat di Saparua
Khusus di bulan Ramadan 2026 ini, BB-Inline Skate Academy rutin menggelar latihan sambil ngabuburit di Saparua setiap Jumat sore serta Sabtu dan Minggu pagi. Selain menjaga kebugaran sesuai anjuran kesehatan, komunitas ini juga menekankan nilai sosial. Pada Sabtu, 14 Maret 2026 mendatang, mereka dijadwalkan menggelar acara buka puasa bersama anak yatim di area Saparua.
Dengan semangat “Go Balance Go!”, Detje Ahmad terus memastikan bahwa roda-roda kecil di kaki anak-anak Bandung tidak hanya menggelinding untuk kecepatan, tapi juga untuk kesehatan, persahabatan, dan kebahagiaan. (NA)***







Komentar