KOTA BANDUNG (tTUGUBANDUNG.ID) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Regional Office (RO) 09 Bandung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung masyarakat memiliki hunian melalui berbagai solusi pembiayaan yang adaptif di tengah dinamika ekonomi dan perubahan suku bunga acuan.
Melalui program KPR Suku Bunga Berjenjang, BRI menghadirkan skema pembiayaan yang memberikan kepastian cicilan pada tahun-tahun awal kredit sehingga membantu nasabah menyusun perencanaan keuangan secara lebih baik.
Regional Consumer Banking Head BRI RO Bandung, Rindra Setyawan, mengatakan kondisi makroekonomi yang dinamis, termasuk penyesuaian BI Rate, membuat sebagian masyarakat cenderung menunda keputusan membeli rumah karena khawatir terhadap kenaikan cicilan di masa mendatang.
“Kami memahami tantangan daya beli yang dihadapi masyarakat saat ini. Oleh karena itu, melalui program KPR Suku Bunga Berjenjang, BRI memberikan kepastian arus kas bagi nasabah sejak awal masa pinjaman, sehingga mereka dapat melakukan perencanaan keuangan jangka panjang tanpa perlu cemas terhadap fluktuasi suku bunga pasar,” ujar Rindra dalam Media Gathering di Bandung.
Berdasarkan indikator makroekonomi Jawa Barat hingga Triwulan I 2026, perekonomian daerah masih tumbuh sebesar 5,79 persen (year on year) dengan inflasi yang tetap berada pada kisaran target 2,5 persen. Namun memasuki Triwulan II 2026, industri perbankan menghadapi tantangan akibat penyesuaian BI Rate menjadi 5,75 persen serta fluktuasi nilai tukar rupiah yang turut memengaruhi psikologi pasar, termasuk sektor properti.
Menjawab kondisi tersebut, BRI menawarkan sejumlah solusi pembiayaan perumahan yang dirancang sesuai kebutuhan berbagai segmen masyarakat.
Untuk KPR komersial, BRI menghadirkan KPR Suku Bunga Berjenjang dengan pilihan tenor 15 tahun dan 20 tahun. Pada kedua skema tersebut, nasabah memperoleh suku bunga tetap (fixed) sebesar 4 persen selama tiga tahun pertama. Selanjutnya, bunga disesuaikan secara bertahap sesuai tenor yang dipilih sehingga cicilan awal menjadi lebih ringan ketika nasabah mulai membangun kondisi keuangan keluarga.
Selain itu, BRI juga terus mendukung program pemerintah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Produk ini menawarkan suku bunga tetap sebesar 5 persen hingga tenor 20 tahun sehingga memberikan kepastian cicilan selama masa kredit.
Kemudahan akses pembiayaan juga diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai pengembang properti terpercaya di Bandung Raya. Pembiayaan KPR komersial BRI difokuskan pada kawasan hunian strategis seperti Kota Baru Parahyangan, Podomoro Park, dan Summarecon Bandung yang dinilai memiliki prospek investasi jangka panjang.
Hingga Triwulan II 2026, kinerja bisnis konsumer BRI RO Bandung tetap menunjukkan pertumbuhan positif. Total outstanding pembiayaan konsumer tercatat mencapai Rp19,3 triliun, dengan pembiayaan KPR komersial berkontribusi sebesar Rp3,8 triliun atau sekitar 20 persen dari total portofolio, sementara KPR FLPP mencapai Rp555 miliar.
Melalui inovasi produk KPR serta penerapan prinsip penyaluran kredit yang pruden, BRI RO Bandung optimistis dapat terus mendorong pertumbuhan sektor properti sekaligus membantu masyarakat Jawa Barat mewujudkan impian memiliki hunian yang aman, nyaman, dan terjangkau.***












Komentar