Menu

Mode Gelap

Berita · 14 Jun 2022 16:10 WIB ·

Atasi Banjir, Pemkot dan Pemkab Bandung Kolaborasi Bangun Kolam Retensi di Tegalluar

 Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sepakat membangun kolam retensi di Tegalluar Kecamatan, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Hal ini dibicarakan di Intercontinental Hotel Kabupaten Bandung, pada Senin 13 Juli 2022. (Foto: Apun).* Perbesar

Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sepakat membangun kolam retensi di Tegalluar Kecamatan, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Hal ini dibicarakan di Intercontinental Hotel Kabupaten Bandung, pada Senin 13 Juli 2022. (Foto: Apun).*

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Pemerintah Kota (Pemkot) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sepakat membangun kolam retensi di Tegalluar Kecamatan, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Hal ini sebagai upaya mengatasi permasalahan banjir yang terjadi di kawasan Bandung Timur.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi daerah dan pelayanan publik, infrastruktur serta menyelesaikan persoalan di Bandung Raya.

Alhamdulillah hari dibicarakan berbagai permasalahan. Mulai dari banjir, kemacetan, sampah serta permasalahan lainya. Dengan segala keterbatasan yang ada tapi kami sepakat mudah-mudahan kita bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” tutur Wali Kota Bandung, Yana Mulyana di Intercontinental Hotel Kabupaten Bandung, Senin 13 Juli 2022.

Yana mengungkapkan, Pemkot dan Pemkab Bandung telah sepakat menangani permasalahan di perbatasan. Hal ini ditandai dengan nota kesepahaman atau Mou (Memorandum of Understanding) yang dihelat tahun lalu.

Untuk pembangunan kolam retensi, akan dilakukan lewat skema kolaborasi.

“Asetnya bisa dari Pemkab Bandung karena berada di Wilayah Kabupaten. Sedangkan infrastrukturnya bisa kami swakelola melakukan pembangunan, penggaliannya dan lain lain,” jelas Yana.

Menurutnya, batas wilayah tak menjadi halangan untuk menyelesaikan permasalahan di Kawasan Bandung Raya. Prinsipnya mengedepankan kolaborasi dan kerja sama demi kepentingan masyarakat.

“Ini membuktikan batas kewenangan dan wilayah bukan menjadi masalah. Kita punya niat untuk berikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan Wali Kota Bandung, Bupati Bandung, Dadang Supriatna mengaku, selaras dan sepakat untuk menangai berbagai persoalan. Namun karena keterbatasan anggaran rencana-rencana tersebut digelar secara bertahap.

“Ada rencana aksi secara bertahap. Saat ini kita masih fokus pada penyelesaian masalah banjir. Ke depannya kolaborasi-kolaborasi seperti ini tentu harus konsisten kita jalankan,” tuturnya.

Untuk diketahui sebelumnnya, kolaborasi Pemkot Bandung dan Cimahi sukses menghadirkan kolam retensi sebagai salah satu solusi atasi masalah banjir di kedua daerah tersebut.

Kolam retensi yang dibangun berkat kolaborasi Pemkot Bandung dan Cimahi itu berlokasi di Jalan Budi, Kota Cimahi dengan luas 7.000 meter persegi.

Meski kolam retensi untuk mencegah banjir kedua daerah itu ada di Kota Cimahi, pembangunannya dilakukan oleh Pemkot Bandung. ***

Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Masyarakat Masih Bisa Menikmati Tarif Khusus Kereta Api di Daop 2 Bandung

15 April 2024 - 16:00 WIB

Tren Harga Bahan Pokok di Jabar Menurun

15 April 2024 - 14:01 WIB

Bey: Pungutan Liar di Masjid Al Jabbar Momentum Sikat Pungli di Jabar

14 April 2024 - 16:14 WIB

Sopir Pick Up Terjepit Akibat Bertabrakan dengan Elf Di Jalan Raya Cisurupan Garut

14 April 2024 - 16:05 WIB

SOP di Masjid Raya Al Jabbar Diperbaiki untuk Tingkatkan Pelayanan

14 April 2024 - 15:40 WIB

Lebih dari 55 Ribu Pemudik Kembali ke Wilayah Daop 2 Bandung

14 April 2024 - 12:32 WIB

Trending di Berita