KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Bandung menjadi ruang baru bagi Arkiv Vilmansa untuk memperkenalkan dunia Sulu melalui pengalaman imersif bertajuk “Sulu in Wo(u)nderland”. Menggabungkan karakter, visual, storytelling, dan kuliner, pengalaman ini mengajak pengunjung masuk lebih jauh ke dalam semesta Arkiverse.
Sulu in Wo(u)nderland menghadirkan konsep yokocho dengan sejumlah area yang dapat dieksplorasi pengunjung, mulai dari ramen bar hingga matcha bar. Beragam elemen interaktif juga ditempatkan di dalam ruang tersebut sehingga pengunjung tidak hanya melihat karya, tetapi turut menjadi bagian dari perjalanan dunia Sulu.
Bagi Arkiv, Sulu merupakan karakter baru yang dikembangkan sebagai intellectual property (IP) dengan peluang untuk terus diperluas ke berbagai bentuk pengalaman.
“Sulu adalah karakter baru yang ingin saya kembangkan menjadi sebuah IP project dengan kemungkinan pengalaman yang lebih luas. Lewat Sulu, saya ingin melihat sejauh apa karakter ini bisa berkembang dan dibawa ke berbagai bentuk pengalaman, termasuk kuliner,” kata Arkiv Vilmansa, Artist & Creator of Sulu in Wo(u)nderland.
Menurutnya, kehadiran Sulu diharapkan dapat membuat karakter tersebut semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi cerita dan karakteristiknya untuk berkembang secara bertahap.
Sulu merupakan entitas terbaru yang diperkenalkan Arkiv dalam semesta Arkiverse. Salah satu ciri visual yang membedakannya dari karakter-karakter Arkiv sebelumnya adalah sepasang mata yang menjadi identitas khas Sulu.
Melalui Sulu in Wo(u)nderland, pendekatan character-driven Arkiv tidak lagi berhenti pada karya yang dapat dilihat. Dunia Sulu dikembangkan menjadi pengalaman yang dapat dijelajahi secara langsung dengan menggabungkan karakter, visual, cerita, dan kuliner dalam satu ruang.
Pengunjung juga dapat berinteraksi dengan sejumlah elemen yang menjadi bagian dari perjalanan di Wo(u)nderland, seperti Ark Passport, Ark Coins, dan Ark XP. Elemen tersebut dirancang untuk mencatat pengalaman setiap “citizen”, mulai dari saat memasuki Wo(u)nderland hingga semakin mengenal dunia Sulu.
Konsep yokocho dipilih untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan dinamis. Alih-alih menghadirkan restoran besar dalam satu ruang, pengunjung dapat berpindah dari satu area ke area lainnya sambil menikmati berbagai pilihan kuliner dan menemukan bagian berbeda dari perjalanan Sulu.
Dengan konsep tersebut, Wo(u)nderland dirancang seperti sebuah dunia kecil yang setiap sudutnya menawarkan sesuatu untuk ditemukan. Perjalanan pengunjung pun mengikuti jejak Sulu sebagai karakter utama dalam dunia tersebut.
Bagi Arkiv, Sulu in Wo(u)nderland menjadi langkah awal dari perjalanan yang lebih panjang. Sebagai bagian dari Arkiverse, dunia Sulu masih terbuka untuk terus berkembang melalui karakter, karya, cerita, maupun pengalaman baru yang dapat diperkenalkan kepada publik.
“Sulu yang dibuat beberapa tahun lalu diharapkan bisa merepresentasikan perjalanan karya saya, dari Indonesia ke dunia yang lebih global, serta berkembang menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi lebih banyak orang, baik secara visual maupun melalui pengalaman yang dibawanya,” ujar Arkiv.***











Komentar