KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengajak seluruh warga dan bobotoh menjaga ketertiban serta keselamatan selama rangkaian pertandingan hingga pawai Persib yang diperkirakan memicu lonjakan euforia di Kota Bandung pada 23–25 Mei 2026.
Menurut Farhan, Pemerintah Kota Bandung bersama aparat keamanan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi keramaian selama tiga hari penting tersebut, mulai dari hari pertandingan, pawai kemenangan, hingga euforia lanjutan setelahnya.
“Ini tiga hari penting yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai euforia justru diekspresikan secara berlebihan hingga menimbulkan kecelakaan ataupun kerusuhan,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Rabu (20/5/2026).
Farhan menjelaskan, apabila Persib kembali meraih gelar juara, pawai kemenangan direncanakan dimulai dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka sebelum piala dibawa ke Pendopo untuk agenda lanjutan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia mengaku akan turut mengikuti iring-iringan tersebut sebagai bentuk dukungan sekaligus penghormatan terhadap perayaan kemenangan Persib.
“Karena titik awalnya di Gedung Sate, saya wajib ikut pawai,” ujarnya.
Selain pengamanan jalur pawai dan titik keramaian, Pemkot Bandung juga menyiapkan skenario antisipasi untuk berbagai kemungkinan, termasuk apabila hasil pertandingan tidak sesuai harapan masyarakat.
Persoalan kebersihan turut menjadi perhatian utama selama rangkaian kegiatan berlangsung. Pemkot Bandung disebut akan kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menangani sampah yang berpotensi meningkat akibat membludaknya massa perayaan.
Farhan juga menyoroti dampak euforia yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tercatat 19 kecelakaan, dengan 13 korban harus dirujuk ke rumah sakit. Selain itu, terjadi tawuran yang menyebabkan satu orang menjadi korban pembacokan.
Karena itu, Pemkot Bandung bersama kepolisian akan memperketat pengawasan terhadap peredaran minuman keras ilegal yang diduga menjadi salah satu pemicu tindakan kriminal selama perayaan berlangsung.
“Kami mengimbau warga tetap bisa mengendalikan diri. Rayakan dengan bahagia tetapi tetap aman dan tertib,” tutur Farhan.***











Komentar