Warga Terdampak Bencana di Sumatera Menerima Bingkisan dari Rumah Amal Salman dan Paragon

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Semangat berbagi di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah terus mengalir bagi masyarakat yang masih berjuang pulih dari bencana. Melalui kolaborasi kemanusiaan, Rumah Amal Salman bersama Paragon menyalurkan ratusan bingkisan Lebaran kepada warga di dua provinsi terdampak bencana di Sumatera.

Penyaluran bantuan dipusatkan di dua lokasi, yakni Masjid Babussa’adah di Desa Air Tenang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Masjid Nurul Ikhwan Tukka di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Sebanyak 320 bingkisan Lebaran disalurkan kepada warga terdampak bencana, yang berisi paket sembako dan pakaian muslim untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Meski kondisi wilayah masih dalam tahap pemulihan pascabencana, warga menyambut bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Suasana kebersamaan juga terlihat saat warga turut membantu proses pengemasan bantuan bersama perangkat desa setempat sebelum akhirnya dibagikan secara tertib kepada masyarakat.

“Terima kasih atas bingkisan dan takjilnya. Semoga berkah dan rezekinya berlipat. Untuk kami juga semoga barang yang diberikan memberikan manfaat. Terima kasih kepada Rumah Amal dan Paragon yang sudah memperhatikan kami,” ujar salah seorang warga penerima bantuan.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertajuk Ramadhan in Sumatera, yang diinisiasi oleh Rumah Amal bersama Paragon untuk menghadirkan dukungan bagi masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan pascabencana. Tidak hanya menyalurkan bingkisan Lebaran, sepekan sebelumnya kolaborasi kedua pihak juga menghadirkan bantuan makanan berbuka puasa bagi warga yang masih beraktivitas di sekitar masjid yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.

Koordinator program, Sekar Septiani, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan berbuka puasa di tengah kondisi distribusi pangan yang belum sepenuhnya stabil.

“Program ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada warga yang masih berjuang pulih dari bencana. Berdasarkan kondisi lapangan, saat ini relatif sedikit pihak yang menyalurkan makanan berbuka puasa di masjid-masjid tersebut, sehingga kami berupaya menghadirkan dukungan agar warga tetap dapat menjalani Ramadhan dengan lebih tenang,” kata Sekar.

Lain dari pada itu, kerjasama penanganan pascabencana yang dilakukan Rumah Amal bersama para mitra ini telah dimulai sebelum program Ramadhan ini berlangsung. Sejumlah upaya pemulihan kebutuhan dasar masyarakat telah dilakukan, salah satunya melalui penyediaan akses air bersih.
Manager Program Rumah Amal Salman, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa pihaknya telah menginisiasi pemasangan instalasi pengolahan air sederhana atau IPA Mini di wilayah terdampak. Fasilitas tersebut dibangun untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat rusaknya sumber air dan infrastruktur pascabencana.

“Lokasi terdampak mengalami keterbatasan akses air bersih. Karena itu, kami memasang kurang lebih 50 unit instalasi pengolahan air mini atau sering kami sebut IPA Mini agar kebutuhan dasar masyarakat bisa terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung,” ujar Aziz.

Melalui kolaborasi kemanusiaan yang berkelanjutan ini, Rumah Amal Salman dan Paragon berharap masyarakat tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan selama Ramadhan, tetapi juga memiliki dukungan yang lebih kuat untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah bencana. (Pun)***

Komentar