KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Universitas Islam Bandung (Unisba) kembali menyelenggarakan serangkaian kegiatan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1446 Hijriyah.
Kepala Ruhul Islam dan Pengelolaan Masjid (PRIPM) Unisba, Dr. Iwan Permana, S.Sy., M.E.Sy., melaporkan bahwa acara Tarhib Ramadhan ini dimulai dengan kegiatan Musang king (Munggahan Sasarengan Keluarga Besar Unisba) yang diperuntukkan khusus bagi civitas akademika Unisba. Acara tersebut digelar di Aula Utama Unisba pada Selasa, (25/2/2025) dengan menghadirkan penceramah Ustadz Dr. H. M Hilmi Firdausi, S.E., Ak., M.Sc.
Dr. Iwan Permana mengatakan, pada hari kedua, PRIPM Unisba juga melaksanakan Kajian Ruhul Islam melalui Zoom Meeting dengan penceramah Ustadz Nur Ihsan Jundullah, Lc. Selanjutnya, di hari ketiga, Unisba menggelar pengajian umum yang terbuka untuk masyarakat luas dengan menghadirkan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).
Pada Jumat (28/2/2025), Unisba bekerja sama dengan Fakultas Syariah, PRIPM, dan Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Barat akan melaksanakan kegiatan Rukyatul Hilal di Observatorium Al-Biruni Unisba.
“Selama bulan Ramadhan, berbagai kegiatan keagamaan akan diadakan, seperti kajian bada Dzuhur di Masjid Al-Asyari dan Al-Miraj yang akan diisi oleh dosen serta tenaga kependidikan Unisba yang terpilih. Selain itu, setiap malam akan diselenggarakan shalat tarawih berjamaah di Masjid Al-Asyari. Unisba juga akan membagikan takjil gratis bagi jamaah di masjid tersebut,” ujarnya.
Salah satu agenda penting lainnya adalah Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) yang akan dilaksanakan pada 11-12 Maret dengan peserta dari tenaga kependidikan dan dosen Unisba. Pendaftaran untuk acara ini dibuka hingga 7 Maret 2025.
Acara puncak Tarhib Ramadhan Unisba akan digelar pada 22 Maret dengan agenda santunan anak yatim dan kajian bersama Ustad Handy Bonny.
Selain itu, pada hari tersebut Unisba akan menggerlar Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ustadzah Aa Nurul Muhibbah sebelum berbuka puasa, serta pemberian santunan kepada 600 anak yatim dan duafa. Kegiatan buka bersama juga diselenggarakan, pada acara tersebut Unisba menyediakan nasi kotak bagi 350 pendaftar pertama bagi masyarakat umum yang ikut berpartisipasi.
“Di malam harinya, Unisba akan mengadakan itikaf dan kajian yang akan diisi oleh Ketua Badan Yayasan Unisba, Prof. Miftah Faridl. Sebagai penutup rangkaian kegiatan Ramadhan, pada tanggal 1 Syawal, Unisba akan menggelar shalat Idul Fitri dengan khatib Rektor Unisba, Prof. Dr. H. Edi Setiadi, S.H., M.H,” jelasnya.
Wakil Rektor III, Dr. Amrullah Hayatudin, S.H.I., M.Ag., menyampaikan bahwa Musang king merupakan bagian dari acara Tarhib Ramadhan yang bertujuan untuk mempersiapkan diri dalam menjalani ibadah Ramadhan dengan penuh pemahaman. Beliau mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah momentum di mana setiap amal ibadah memiliki pahala yang berlipat ganda. Oleh karena itu, ilmu dan kesiapan spiritual sangat penting dalam menyambut bulan suci ini.
“Rasul pernah bersabda betapa banyak orang yang puasa akan tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar, dan dahaga. Maka dari itu untuk mencari bekal dalam menghadapi bulan Ramdhan, kami hadirkan ustad Dr. H. M Hilmi Firdausi untuk mengisi dan memberikan pengetahun kepada kita. Semoga apa yang ustad sampaikan memberikan insight sehingga dalam mengarungi bulan Ramdahan kita mendapatkan berkah dan pahala,” ujarnya.
Dalam ceramahnya, Ustadz Dr. H. M Hilmi Firdausi mengajak jamaah untuk mengubah pola pikir Ramadhan agar lebih berorientasi pada ibadah.
Beliau mengingatkan agar civitas akademika Unisba tidak hanya fokus pada urusan duniawi seperti membeli tiket mudik atau berjualan, tetapi juga merencanakan ibadah seperti shalat tarawih dan itikaf.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya berpuasa dengan penuh keikhlasan, sebagaimana hadis Rasulullah, “Semua amal anak Adam untuknya kecuali puasa. Ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Saya juga mengingatkan bagi kaum muslim yang terbiasa berjualan di bulan Ramadhan. Banyak pedagang yang merasa memperoleh keuntungan dari berjualan karena bulan Ramadhan mendatangkan berkah baginya, padahal perlu diingat sesuatu dikatakan berkah jika itu bisa mendekatkan kita kepada Allah. Jadi harus dilihat ketika kita fokus berdagang di bulan ramadhan coba amati apakah itu berkah atau istidraj,” pungkasnya.
Dengan adanya berbagai kegiatan ini, Ustadz Hilmi berharap civitas akademika dan masyarakat dapat meraih keberkahan serta meningkatkan kualitas ibadah di bulan Ramadhan.
Ustadz Hilmi mengajak seluruh umat Islam untuk lebih memfokuskan diri pada ibadah dan memperbanyak doa, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti sebelum sahur dan menjelang berbuka puasa.
“Ramadhan adalah bulan spesial, Allah akan mencatat segala pahala tanpa perantara malaikat. Jika ibadah shalat seseorang bisa saja pamer, bersedekah bisa pamer, haji dan umroh bisa dipamerkan. Tapi puasa tidak bisa dipamerkan, karena hanya Allah yang bisa menilai apakah puasa tersebut melaksanakan dengan ikhlas atau tidak maka perbanyaklah amal ibadah di bulan Ramadhan,”ujarnya.
Sementara itu dalam tausiyahnya, Aa Gym mengingatkan agar setiap muslim menyadari tiga hal penting dalam kehidupan. Pertama, usia (baterai kehidupan) yang terus berkurang dan pada akhirnya akan habis. “Hidup ini hanyalah menunggu jemputan,” ujarnya.
Kedua, seluruh episode kehidupan adalah ujian, dan yang paling penting adalah bagaimana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi sisa umur baik di dunia maupun di akhirat. Ketiga, tujuan hidup sejati adalah mencapai hayatan thoyibah, yaitu kehidupan yang baik dan penuh berkah.
Aa Gym juga menegaskan bahwa kunci hidup bahagia telah dijelaskan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah An-Nahl ayat 97, yaitu iman dan amal saleh. “Kebahagiaan tidak ada kaitannya dengan uang, harta, gelar, pangkat, jabatan, atau popularitas. Kebahagiaan bergantung pada iman dan amal saleh. Semakin kuat iman seseorang dan semakin sibuk ia dalam beramal saleh, maka semakin bahagia hidupnya,” jelasnya.
Sebaliknya, orang yang kurang iman akan mengalami penderitaan, salah satunya karena lupa kepada Allah, berharap kepada selain-Nya, dan tidak takut kepada-Nya.
Aa Gym mengutip Al-Hadid ayat 22-23 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan Allah. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dalam Surah An-Nisa ayat 79 dan Asy-Syura ayat 30 disebutkan bahwa kebaikan datang dari Allah, sedangkan keburukan berasal dari dosa yang diundang oleh manusia sendiri.
Ciri orang yang kurang iman adalah merasa cemas terhadap masa depan, terbelenggu oleh masa lalu, dan menjalani hari-hari dengan penuh keribetan.
“Orang yang kurang iman akan dipersulit hidupnya. Hal ini terjadi karena lemahnya pemahaman agama dan jiwa yang tidak mampu mengendalikan hawa nafsu,” kata Aa Gym.
Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya belajar agama dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar mengetahui, tetapi memahami dan mengamalkannya.
Menurut Aa Gym, Ramadhan adalah momen terbaik untuk memperkuat iman dengan dua target utama, yaitu memahami agama dan berjuang melawan hawa nafsu. Ia mengingatkan bahwa tujuan akhir dari ibadah di bulan Ramadhan adalah mencapai derajat takwa, sebagaimana disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 134. Ciri-ciri orang bertakwa meliputi sifat dermawan, mampu menahan amarah, memaafkan orang lain, serta senantiasa berbuat kebaikan.
“Ramadhan itu tidak ribet. Kuncinya adalah belajar dan mengamalkan ciri-ciri orang bertakwa dengan sederhana. Yang membuat sulit adalah hawa nafsu, karena nafsu selalu mengajak kepada hal-hal yang tidak disukai Allah,” ujar AA Gym. Oleh sebab itu, beliau berpesan agar umat Islam memanfaatkan bulan Ramadhan untuk benar-benar memahami agama, mengamalkannya, serta berusaha mengalahkan hawa nafsu.***
Komentar