KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) — Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Bandung Koordinator Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Seminar Nasional West Java Economic Society (WJES) 2025 di Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi puncak forum tahunan yang menghimpun pemikiran strategis dari akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan, dalam upaya memperkuat stabilitas dan mendorong transformasi ekonomi daerah menuju pertumbuhan yang merata dan berkelanjutan.
Dengan mengusung tema ‘Sinergi Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Daerah untuk Mendorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan’, WJES 2025 mempertegas peran Jawa Barat sebagai episentrum pertumbuhan nasional yang adaptif dan resilien terhadap dinamika global. Forum ini menjadi wadah dialog lintas sektor untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang aplikatif, efektif, dan efisien bagi pembangunan ekonomi daerah.
Dalam sambutannya,
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, menyampaikan bahwa penyelenggaraan WJES merupakan bentuk nyata komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat sinergi lintas sektor.
“Sekaligus ruang untuk mengonsolidasikan ide dan inovasi berbasis potensi lokal. ‘WJES telah menjadi platform strategis untuk menyatukan pandangan dan menyusun rekomendasi kebijakan yang konkret bagi kemajuan ekonomi Jawa Barat,” ungkapnya.
Sejak diinisiasi pada tahun 2020, WJES terus tumbuh menjadi gerakan intelektual dan kolaboratif. Tahun ini, rangkaian kegiatan dimulai dengan Kick Off pada Mei 2025, disusul sarasehan di empat daerah (Tasikmalaya, Cirebon, Karawang, dan Sukabumi), guna menggali potensi ekonomi lokal dan isu-isu spesifik daerah. Melalui program Call for Recommendative Papers (CFRP), WJES 2025 juga membuka ruang partisipasi publik. Dari 348 abstrak yang masuk, tersaring 22 full paper terbaik dan 8 best paper, yang seluruhnya dibukukan dalam ‘Buku Rekomendasi Kebijakan WJES 2025’. Buku ini secara resmi disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai masukan strategis dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan regional ke depan, memastikan hasil kajian akademik benar-benar terimplementasi dalam kebijakan pembangunan daerah.
Seminar nasional ini menghadirkan narasumber lintas sektor, di antaranya Medrilzam M. Prof.Econ, Ph.D. (Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Wilayah Bappenas RI), Prof. Suhono Supangkat (Director Center for Smart City and Community Innovation ITB), dan Helmy Yahya (Kepala Pelaksana Badan Pengelola Kawasan Rebana).
Diskusi berfokus pada strategi memperkuat hilirisasi industri, mendorong investasi, menjaga stabilitas harga pangan, serta mempercepat digitalisasi ekonomi daerah sebagai fondasi transformasi menuju Jawa Barat yang lebih berdaya saing.
Dalam paparannya, Bank Indonesia menyoroti bahwa perekonomian Jawa Barat triwulan III 2025 tumbuh 5,20% (yoy) — lebih tinggi dibandingkan nasional (5,04%). Pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang meningkat, investasi yang solid, serta kinerja positif pada sektor industri pengolahan, perdagangan besar-eceran, dan transportasi. Ke depan, prospek ekonomi Jawa Barat diperkirakan berada pada kisaran 4,5%–5,3% (yoy), dengan peluang akselerasi melalui penguatan konektivitas, ekonomi hijau, serta pengembangan kawasan industri dan ekonomi kreatif.
Melalui rekomendasi kebijakan yang dihasilkan, WJES 2025 menekankan pentingnya penguatan daya beli masyarakat, percepatan investasi, diversifikasi ekspor, dan stabilitas harga pangan. Kolaborasi antardaerah, dukungan pembiayaan inklusif, serta transformasi digital menjadi kunci menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, Kepala Perwakilan BI Jabar menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, mitra kerja, dan peserta yang telah berkontribusi aktif.
“WJES bukan sekadar forum diskusi, tapi wadah kolaborasi nyata untuk mewujudkan Jawa Barat yang semakin istimewa — daerah yang tumbuh tidak hanya cepat, tetapi juga merata, inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan semangat sinergi dan inovasi, WJES 2025 diharapkan menjadi tonggak lahirnya rekomendasi kebijakan yang implementatif dan berdampak nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Barat dan Indonesia ke depan. (Pun)***







Komentar