KAB. BANDUNG BARAT (TUGUBANDUNG.ID) – Tim dosen dan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Pasundan (Unpas) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencerdaskan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), belum lama ini. Kegiatan yang berlangsung di Madrasah Aliyah Karya Madani, Desa Ciroyom, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, ini mengusung tema “Peningkatan Kreativitas Berbasis Potensi Lokal melalui Media Sosial TikTok”.
Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga bulan ini dipimpin oleh Muhammad Fazri Candra, M.I.Kom., dengan anggota tim Muhammad Ersyad Muttaqien, M.I.Kom., serta dua mahasiswa Sofi Aulia Hariro dan Dicky Rochman Maulana. Program ini menyasar siswa-siswi madrasah yang selama ini akrab dengan media sosial namun belum memahami potensi positif yang dapat dihasilkan dari platform seperti TikTok.
“Generasi Z sudah dekat dengan teknologi, tapi sayangnya pemanfaatan media sosial masih sebatas hiburan. Lewat pelatihan ini, kami ingin mereka melihat TikTok sebagai sarana untuk berkarya, bahkan membuka peluang profesi di masa depan,” ujar Fazri, ketua tim pelaksana.
Program pelatihan ini terbagi ke dalam beberapa sesi utama, yaitu: pemberian materi literasi digital dan profesi konten kreator, simulasi pembuatan konten TikTok, dan pendampingan praktik produksi konten. Para peserta dibekali kemampuan menyusun ide, membuat storyboard, hingga proses editing video yang menarik dan komunikatif.
Kegiatan PKM ini mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Sekolah MA Karya Madani, Ery Suhaery, S.Pd.I, yang menilai pelatihan ini sangat penting dalam membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21, khususnya dalam aspek kreativitas digital dan komunikasi publik.
“Media sosial saat ini tak bisa dilepaskan dari kehidupan siswa. Maka perlu ada pembinaan agar mereka dapat menggunakannya dengan bijak dan produktif. Kami sangat apresiasi inisiatif dari Unpas ini,” ungkap Ery dalam sambutannya.
Materi pelatihan dibagi dalam sesi teori dan praktik. Dalam sesi kelas umum para siswa mendapat paparan langsung dari para pemateri mengenai profesi konten kreator dan affiliator, teknik pembuatan konten TikTok, serta cara memanfaatkan potensi lokal menjadi kekuatan utama dalam menyusun narasi digital. Eka Permana, yang dikenal sebagai konten creator muda membagikan pengalaman nyata di lapangan agar siswa mendapat gambaran tentang peluang dan tantangan di industri ini.
Sesi pelatihan berlangsung dengan interaktif. Para siswa tampak antusias, aktif bertanya dan mencoba langsung membuat konten TikTok dengan tema-tema positif seperti potensi lokal, religi, dan edukasi. Bahkan sebagian dari mereka mulai menyusun content plan untuk dijadikan portofolio digital pribadi.
Menurut pemateri, Ersyad Muttaqien, penggunaan TikTok bukan hanya sekadar tren, namun bisa menjadi sarana untuk mengembangkan identitas digital dan daya saing kreatif selama diarahkan dengan benar. Ia juga menekankan pentingnya nilai etika dan tanggung jawab dalam bermedia sosial terlebih jika ingin menjadikan profesi konten kreator sebagai karier jangka panjang.
Salah satu peserta siswa kelas XI, mengaku senang bisa belajar langsung dari praktisi. “Dulu saya hanya nonton TikTok, sekarang jadi tahu caranya bikin konten yang keren dan positif,” ujarnya semangat.
Program ini diakhiri dengan sesi refleksi dan games edukatif yang membangun kerja tim dan ekspresi kreatif peserta. FISIP Unpas bersama mitra sepakat untuk melanjutkan kerja sama strategis agar hasil pelatihan bisa terus dikembangkan.
Dengan kegiatan ini, FISIP Unpas berharap dapat mendorong siswa menjadi generasi yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu menggunakan media sosial untuk berdaya dan berkarya, demi masa depan yang lebih cerah. ***













Komentar