KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Perubahan cuaca yang terjadi belakangan ini berpotensi menimbulkan terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik. Hal itu juga yang menjadi pemicu beberapa peristiwa kebakaran.
“Kondisi cuaca yang berubah-ubah membuat bangunan menjadi lebih rentan. Saat hujan kondisi menjadi lembap, kemudian ketika cuaca kembali kering, risiko korsleting meningkat dan dapat memicu kebakaran,” ujar Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 1 Juni 2026.
Untuk itu, Farhan mengimbau masyarakat untuk memeriksa berkala instalasi listrik di rumah masing-masing, terutama pada bangunan yang telah berusia tua. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.
Selain kebakaran, banjir juga masih menjadi persoalan yang dihadapi Kota Bandung, khususnya di kawasan selatan dan timur kota.
Wilayah seperti Rancabolang dan Cimindi masih mengalami genangan ketika curah hujan tinggi dan debit Sungai Citarum meningkat.
Farhan menjelaskan, permasalahan banjir tidak dapat diselesaikan secara parsial karena berkaitan dengan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang melibatkan sejumlah daerah.
“Ketika Sungai Citarum meluap, dampaknya akan dirasakan juga oleh Kota Bandung. Karena itu penyelesaiannya harus dilakukan bersama-sama dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi,” katanya.
Pemerintah Kota Bandung saat ini terus memperkuat koordinasi lintas daerah dalam upaya pengendalian banjir, termasuk melalui peningkatan infrastruktur drainase dan pengelolaan kawasan resapan air.
Farhan berharap masyarakat juga turut berperan menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai serta menjaga saluran air tetap berfungsi dengan baik.***













Komentar