KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Alun-alun Kota Bandung kembali dibuka untuk masyarakat setelah menjalani evaluasi dan sejumlah perbaikan. Pembukaan kembali ruang terbuka publik tersebut diresmikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bertepatan dengan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026.
Farhan mengatakan, pembukaan kembali Alun-alun Bandung merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung sejak Januari 2026. Sejumlah persoalan yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat telah diperbaiki sehingga kawasan tersebut dinilai siap kembali dimanfaatkan.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah bisa meresmikan kembali alun-alun yang sejak Januari yang lalu saya evaluasi. Sekarang sudah siap,” ujar Farhan.
Menurutnya, kesiapan fasilitas harus diikuti dengan pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Karena itu, Farhan meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) bersama Kelurahan Balonggede membentuk tim khusus yang bertugas menjaga kebersihan kawasan sekaligus mengedukasi masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan ketertiban.
“Pesannya kepada Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta kepada Lurah Balonggede agar membentuk sebuah tim yang memang tugasnya melakukan pembersihan-pembersihan sambil kita mengedukasi masyarakat tentang menjaga alun-alun ini,” katanya.
Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, akses menuju area taman Alun-alun Bandung juga akan diatur. Untuk sementara, hanya satu pintu yang dibuka sebagai akses masyarakat. Pengaturan teknis tersebut akan dilakukan DPKP bersama pihak kewilayahan.
“Pintu yang dibuka cuma satu. Itu nanti diatur secara teknis oleh DPKP dan oleh kelurahan. Demi keamanan dan ketertiban,” ujarnya.
Farhan menegaskan, aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak diperbolehkan masuk ke dalam area taman. Sementara PKL yang berada di luar kawasan taman akan diatur oleh pihak kelurahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Farhan mengajak masyarakat memanfaatkan kembali Alun-alun Bandung sebagai ruang terbuka publik bersama. Menurutnya, keberadaan alun-alun merupakan bagian dari sejarah dan warisan para pendiri Kota Bandung yang perlu dijaga dan dimanfaatkan bersama.
Masyarakat dipersilakan menggunakan kawasan tersebut untuk berbagai aktivitas positif bersama keluarga maupun komunitas, seperti bermain, berkumpul hingga piknik.
“Untuk masyarakat silakan manfaatkan ruang terbuka publik ini yang merupakan warisan dari para pendiri Kota Bandung untuk betul-betul dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bersama-sama,” katanya.
Farhan juga mengajak warga menikmati Alun-alun Bandung dengan tetap mematuhi aturan yang berlaku.
“Bade ameng, bade botram, bade piknik mangga, tapi tetap ikuti peraturan,” tuturnya.
“Kita ingin taman ini menjadi taman yang akan selalu membuat seluruh warga Bandung bahagia dan gratis,” ucapnya.
Meski telah kembali dibuka, masyarakat belum dapat menggunakan kawasan taman Alun-alun Bandung selama 24 jam. Pemkot Bandung menetapkan waktu operasional taman mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Farhan berharap pembukaan kembali kali ini dapat berlangsung secara permanen selama tidak ditemukan persoalan baru yang membutuhkan perbaikan.
“Kenapa kemarin waktu itu ditutup? Karena dari Desember sama Januari banyak keluhan belum beres, maka saya tutup dulu, perbaiki,” jelasnya.
Dengan selesainya berbagai evaluasi dan perbaikan, Farhan berharap Alun-alun Bandung dapat terus dibuka dan dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik bersama.
“Kalau memang mudah-mudahan tidak ada lagi yang perlu diperbaiki maka kita akan permanen terus dibuka. Tapi jam 8 sampai jam 4 sore,” pungkasnya.***












Komentar