KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Rumah Amal bersama Masjid Salman ITB memperluas distribusi hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah dengan menyasar wilayah terdampak bencana di berbagai daerah. Tahun ini, penyaluran kurban dilakukan di 62 kabupaten/kota yang tersebar di 28 provinsi di Indonesia.
Direktur Rumah Amal Salman, Syachrial mengatakan distribusi kurban ke wilayah bencana dilakukan untuk memperluas manfaat sosial ibadah kurban, terutama bagi masyarakat yang masih menghadapi dampak pascabencana.
“Kurban tahun ini tidak hanya menjangkau pelosok, tetapi juga daerah kebencanaan untuk memberikan dampak yang lebih luas,” kata Syachrial dalam keterangannya.
Sejumlah wilayah terdampak bencana yang menjadi lokasi distribusi antara lain Kabupaten Pidie Jaya, Tapanuli Tengah, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Agam, Aceh Barat, hingga kawasan longsor Pasir Langu di Cisarua. Menurut Syachrial, sebagian masyarakat di wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan akses kebutuhan pangan dan proses pemulihan pascabencana.
Ia menyebut Idul Adha menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak bencana. Penyaluran kurban, kata dia, diharapkan tidak hanya membantu pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial.
“Kurban selalu menjadi momentum memperluas kepedulian sosial, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah bencana,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, kurban tahun ini, Rumah Amal Salman turut mendapat dukungan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, yang menitipkan hewan sapi berbobot 830 Kg di Masjid Salman ITB. Dalam kegiatan tersebut, beliau juga berkesempatan untuk menyembelih hewannya sendiri.
Selain menteri, Rektor ITB, Tata Cipta Dirgantara juga ikut berkurban sapi di Masjid Salman. Ia berharap kurban tahun ini bisa membawa keberkahan, baik bagi pengurbannya, maupun bagi penerimanya.
Di sisi lain, penghimpunan hewan kurban tahun ini juga mengalami peningkatan berdasarkan penghimpunan tumbuh sebesar 26% dibanding tahun lalu. Ketua Pelaksana Kurban 1447 H, Didi Riyadi, mengatakan peningkatan tersebut dipengaruhi tingginya minat jamaah terhadap layanan hak daging kurban yang disediakan, kurban untuk daerah rawan gizi, kurban di sumatera dan kerjasama dengan berbagai pihak.
Salah satu layanan yang terus meningkat ialah “Segar Diantar”, yakni layanan untuk para pengurban mengambil hak daging kurbannya yang sudah berjalan sejak 2017. Selain layanan segar diantar, Rumah Amal juga masih menyediakan layanan hak daging dalam bentuk olahan rendang sapi, dan tahun ini berinovasi untuk memberikan layanan hak daging dalam bentuk olahan rendang domba.
“Layanan Segar Diantar sejak tahun 2017 masih menjadi layanan primadona bagi jamaah, layanan rendang juga masih ada,” kata Didi.
Tahun ini, ITB, Rumah Amal bersama Rumah Amal Salman juga berhasil menghimpun 119 ekor sapi dan 997 ekor domba. Hewan kurban tersebut disalurkan ke berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana. Untuk lokasi bencana banjir dan longsor di sumatera mendistibusikan sebanyak 13 ekor sapi di sumbar, sumut, aceh serta 2 ekor sapi di Pasir Langu Cisarua.
Untuk memperluas jangkauan distribusi, Rumah Amal Salman bekerja sama dengan 30 masjid kampus dan Mitra lembaga lainnya total 120 mitra di 26 Provinsi di Indonesia yang mendistribusikan dan mencatatkan penghimpunan melalui Rumah Amal Salman. Selain itu, hewan kurban yang disalurkan berasal dari peternak binaan sehingga program kurban juga diharapkan dapat mendukung pemberdayaan peternak lokal.
“Insyaallah kebermanfaatannya semakin meluas. Dari sisi penghimpunan meningkat sehingga kebermanfaatannya juga semakin besar,” ujar Didi.
Ucapan terima kasih kepada seluruh pengkurban, mitra distribusi dan mitra kolaborator diantara yaitu BPKH RI, Bank Muamalat, Baitulmaal Muamalat, DT Peduli, Lazissu, Kahf atas dukungan kurban terbaik 1447 H.
Selain itu, yang selalu menjadi daya tarik kurban di Masjid Salman ITB adalah keterlibatan para mahasiswanya untuk menjadi panitia.
Ketua P3RI Masjid Salman ITB, Yajid Syauqi Ayyubi menyampaikan, saat pelaksanaan kurang lebih ada 300 Mahasiswa yang turut serta melayani jamaah. Mereka bertugas sebagai penyembelihan, pencacahan, pengulitan, termasuk mendistribusikan daging ke warga.
Mereka juga masih akan bertugas melaksanakan Adha Festival pada Tanggal 30 Mei 2026 mendatang, di sana akan disediakan 1000 porsi sate dan gulai, untuk Jamaah dibagikan kepada jamaah secara gratis.
Adapun beberapa penerima manfaat hewan kurban tersebut diantaranya: Kampung Ilmu Purwakarta, Rumah Amal Yogyakarta, Boyolali Bergerak, Rumah Amal Syah Kuala Banda Aceh.
Penyembelihan hewan kurban juga dilaksanakan di Univeraitas Negeri Jakarta dan Yayasan Educare Humanity Nusantara, hari Jumat 29 Mei 2026 dan di Universitas Teuku Umar Banda Aceh Sabtu 30 Mei 2026. (Pun)***






Komentar