KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) Hingga Mei 2026, Jawa Barat mencatat 14,17 juta pengguna dan 10,45 juta merchant QRIS, tertinggi secara nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa digitalisasi sistem pembayaran telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk semakin memperkuat ekosistem QRIS tersebut, Bank Indonesia terus mengakselerasi literasi pembayaran digital melalui pendekatan yang kreatif, kolaboratif dan dekat dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui promosi wisata kuliner. Halnitu diungkapkam Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, pada Pembukaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 di Bandung, Kamis (16/7) 2026.
“Implementasi QRIS yang terus menunjukkan kinerja positif, menjadikan Jawa Barat sebagai salah satu kontributor utama nasional, ujar Naniek.
Jawa Barat menyumbang 22,49% dari total pengguna QRIS nasional dan 22,02% dari total merchant QRIS nasional, sehingga menjadi provinsi dengan pangsa pengguna dan merchant QRIS terbesar di Indonesia. Dari sisi utilisasi, transaksi QRIS juga mencapai 1,87 miliar transaksi, tumbuh 112,89% (yoy) dengan nominal transaksi sebesar Rp 163,74 triliun, meningkat 90,08% (yoy). Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan QRIS di Jawa Barat terus berkembang dan membudaya.
Tak berpuas diri, capaian tersebut menjadi landasan kuat bagi Bank Indonesia untuk terus berupaya memperluas akseptasi sistem pembayaran digital dengan kembali menyelenggarakan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwDN). Mengusung tema ‘Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS’, QJI 2026 dikemas dalam bentuk kompetisi antar tim di tingkat wilayah untuk menyelesaikan berbagai misi kampanye digitalisasi sistem pembayaran yang dipadukan dengan promosi kekayaan kuliner sebagai competitive advantage masing-masing daerah.
Di Jawa Barat, QJI 2026 diawali dengan pendaftaran yang telah berlangsung pada 21-30 Juni 2026 dan berhasil menjaring 132 peserta. Setelah melalui tahapan seleksi administrasi, sebanyak 102 peserta yang tergabung dalam 34 tim dinyatakan lolos. Selanjutnya, melalui kompetisi pembuatan konten edukasi Pelindungan Konsumen, terpilih 7 tim terbaik yang berhak mengikuti tahap final. Para finalis selanjutnya akan menjalankan berbagai misi di kawasan wisata kuliner Bandung Raya melalui kampanye penggunaan QRIS dan perluasan akseptasi pembayaran digital. Tim terbaik dari QJI 2026 West Java Chapter akan melanjutkan misi lebih besar pada tingkat wilayah Jawa.
Pada tahap final, para peserta akan menjalankan ekspedisi kuliner ke 7 merchant legendaris Kota Bandung, yaitu Warung Bu Imas, Kupat Tahu Gempol, Bandoengs che Melk Centrale, Warung Kopi Purnama, Roti Gempol, Yogurt Cisangkuy dan Lontong Kari GG Kebon Karet. Dalam rangkaian misi tersebut, para finalis berperan sebagai The Culinary Storyteller, dengan mengangkat kisah, keunikan dan nilai budaya di balik setiap destinasi kuliner melalui konten digital yang kreatif. Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan eksposur digital para merchant legendaris sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan dan manfaat penggunaan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital.
Melalui QJI 2026, Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat literasi masyarakat mengenai sistem pembayaran digital, memperluas akseptasi QRIS, serta mendorong kolaborasi antara digitalisasi transaksi dengan pengembangan sektor pariwisata dan UMKM. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya ekosistem pembayaran digital yang inklusif, efisien dan berdaya saing, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang berkelanjutan. (Pun)***







Komentar