PTBI Jabar Tetapkan 5 pilar Transformasi Prioritas, Perkuat Ekonomi 2026

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat (KPw BI Jabar) menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Bandung sebagai bagian dari acara puncak yang dilaksanakan secara terpusat di Grha Bhasvara Icchana, kompleks perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, dan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia dalam negeri. Mengusung tema nasional ‘Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan’, acara ini menghasilkan konsensus kebijakan terintegrasi untuk mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi pada tahun 2026.

I. Arahan Kebijakan Nasional: Stabilitas sebagai Fondasi Kemandirian Para pemimpin negeri menyampaikan arahan strategis mereka pada PTBI Nasional di Jakarta, menekankan bahwa kunci akselerasi ekonomi terletak pada sinergi kebijakan dan stabilitas fundamental. Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, menegaskan bahwa stabilitas politik, keamanan, dan tata kelola pemerintahan adalah pondasi utama transformasi. Prioritas diarahkan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan, dan hilirisasi energi sebagai pilar kemandirian ekonomi bangsa.

Gubernur Bank Indonesia, Bapak Perry Warjiyo, menyatakan bahwa resiliensi perekonomian nasional merupakan hasil dari Sinergi Bauran Kebijakan yang solid. Beliau menegaskan bahwa Bauran kebijakan Bank Indonesia pada tahun 2026 akan terus diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas, dalam sinergi erat dengan bauran kebijakan ekonomi nasional. Kebijakan moneter pada tahun 2026 diarahkan untuk menjaga stabilitas (“pro-stability”) dengan tetap memanfaatkan ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi (“pro-growth”). Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran pada 2026 tetap diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi (“pro-growth”). Bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran ini didukung dengan akselerasi pendalaman pasar uang dan pasar valas (PUVA) sesuai dengan BPPU 2030, pengembangan pasar sekunder yang modern dan berstandar internasional, serta perluasan instrumen pembiayaan perekonomian. Program pengembangan ekonomi-keuangan inklusif, termasuk UMKM dan ekonomi-keuangan syariah, juga akan terus diperluas. Berdasarkan strategi tersebut, BI memproyeksikan pertumbuhan nasional yang semakin kuat pada 2026 dalam rentang 4,9-5,7% (yoy) dan pada 2027 mencapai 5,1-5,9% (yoy). Sementara inflasi akan tetap berada dalam rentang sasaran 2,5% +_ 1% (yoy) pada kedua tahun tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto, menggarisbawahi efektivitas sinergi fiskal dan moneter dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Beliau menyoroti akselerasi digitalisasi yang menghasilkan kontribusi Rp74,3 triliun pada pendapatan daerah melalui QRIS dan e-banking.

II. Resiliensi Jawa Barat dan Respons Kebijakan Pemprov
Dalam PTBI Jawa Barat di Bandung, Muslimin Anwar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, menyampaikan bahwa ekonomi Jabar berada dalam kondisi solid dan resilien dengan pertumbuhan mencapai 5,20% (yoy) pada Triwulan III 2025. Inflasi terjaga pada level 2,63% (yoy), dan prospek pertumbuhan 2026 diperkuat meskipun menghadapi tantangan global dan domestik.

Menanggapi tantangan struktural yang dihadapi daerah, Asisten Daerah Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Barat, Bapak H. Sumasna, menyatakan komitmen Pemprov Jabar untuk melakukan percepatan integrasi data dan layanan publik, penguatan hilirisasi berbasis keunggulan wilayah, serta sinergi yang diperkuat dalam hal pengembangan ekonomi syariah, penguatan pariwisata, serta percepatan agenda green economy.

III. Agenda Strategis BI Jabar 2026: Prioritas dan Ajak Sinergi Lintas Sektor
Dalam menanggapi tantangan dan menyambut komitmen Pemprov, Muslimin Anwar memaparkan lima pilar strategis Bank Indonesia Jawa Barat dan secara khusus mengajak Pemerintah Provinsi, Pemda, Pengusaha sektor riil, asosiasi, akademis, media, serta seluruh stakeholders terkait untuk memperkuat sinergi dalam program-program yang mendukung lima pilar ini, dengan Stabilitas Harga sebagai landasan Utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi dan berdaya tahan:
* Penguatan Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan: Mendorong sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai motor utama Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) untuk menjamin terjaganya 4K (Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif), serta akselerasi Swasembada Pangan melalui adopsi teknologi.
* Akselerasi Transformasi Industri dan Akurasi Data Perdagangan: KPw BI Jabar memprioritaskan penyelesaian isu struktural data. Hal ini meliputi peningkatan kepatuhan pelaporan industri ke SIINas (untuk menutup kesenjangan 10.000 industri yang belum terdata) dan rekonsiliasi Surat Keterangan Asal (SKA) yang pabriknya berlokasi di Jabar, guna memetakan Global Value Chain yang lebih akurat, data ekspor yang lebih valid dan mendorong substitusi impor.
* Realokasi Investasi dan Stimulus Fiskal Pro-Pertumbuhan: Memastikan realisasi 104 proyek investasi senilai Rp186,29 triliun yang ditawarkan pada West Java Investment Summit (WJIS), termasuk 68 letter of intent, dengan menyelesaikan isu clean and clear proyek serta harmonisasi berbagai regulasi dan peraturan sehingga kondusif bagi iklim investasi. Upaya ini perlu didukung dengan pemberian Insentif Fiskal Daerah terarah (termasuk relaksasi BPHTB, PKB/BBN, dan Pajak Wisata) untuk mendongkrak permintaan domestik khususnya sektor properti, otomotif, dan pariwisata.
* Pengembangan Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru yang Berkelanjutan: Mendorong ekosistem Ekonomi Syariah yang lebih kuat melalui berbagai inisiatif dan pengembangan UMKM naik kelas menuju go digital dan go ekspor. Selain itu, upaya mengakselerasi Green Economy dengan insentif industri hijau dan pemanfaatan Kendaraan Listrik (EV) perlu terus digaungkan.
* Optimalisasi Digitalisasi Lintas Sektor untuk Efisiensi: Memperluas pemanfaatan digitalisasi oleh UMKM, akselerasi TP2DD untuk peningkatan pendapatan daerah, dan penguatan sistem pembayaran nasional melalui Pekan QRIS Nasional dan perluasan QRIS Antarnegara.
Berdasarkan strategi lima pilar tersebut, dan sinergi pentahelix yang kuat di Jawa barat maka BI Jabar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat akan berada dalam rentang 4,7%-5,5% (yoy) pada 2025 dan semakin kuat pada 2026 dalam rentang 4,9-5,7% (yoy). Sementara itu, inflasi akan tetap berada dalam rentang sasaran 2,5% +_ 1% (yoy) pada kedua tahun tersebut.
IV. Penghargaan dan Pengakuan Kinerja Jawa Barat

Komitmen sinergi seluruh komponen di Jawa Barat mendapat pengakuan tertinggi pada PTBI Nasional, yang menegaskan kepemimpinan Jawa Barat dalam transformasi digital dan ketahanan pangan:
* Pemerintah Provinsi Jawa Barat meraih anugerah Penggerak Ekonomi Digital Terbaik dan Championship Klaster Pangan Terbaik.
* Kota Tasikmalaya sebagai TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik 2025.
* Kabupaten Ciamis sebagai TP2DD Kabupaten Terbaik 2025.

Pada kesempatan di Bandung, KPw BI Jabar juga memberikan penghargaan kepada mitra-mitra terbaiknya, meliputi Apresiasi Jawara Ekonomi Digital (AJEG), PJP Bank Pendukung Pelindungan Konsumen Teraktif, PUR Award, West Java Journalist Competition, Jawara Wisata Award, Pendukung Ekosistem Produk Halal Teraktif, dan Mitra Strategis Pendukung Asesmen Ekonomi dan Keuangan Daerah Terbaik.

V. Penutup: Melangkah Tegas Menuju Indonesia Emas 2045
Bank Indonesia kembali menegaskan, prospek Jawa Barat menuju tahun 2026 adalah prospek yang sarat optimisme. Dengan fondasi makroekonomi yang kokoh, bauran kebijakan yang sinergis, dan keselarasan strategi antara Pemerintah dan Bank Indonesia, Jawa Barat tidak hanya akan menjadi daerah yang tangguh menghadapi gejolak, tetapi juga mandiri dalam menciptakan sumber pertumbuhan baru. Sinergi yang terus dibangun adalah investasi jangka panjang untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdaya tahan, sekaligus sebuah langkah tegas dan terukur yang akan menempatkan Jawa Barat sebagai kontributor utama dalam pencapaian Visi Indonesia Emas 2045. Mari lanjutkan langkah penuh energi: Jawa Barat Unggul, Jabar Kahiji! (Pun)***

Komentar