KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-50, PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) kembali menggelar rangkaian kegiatan olahraga dalam Piala Dirgantara 2026. Rangkaian ini menghadirkan berbagai turnamen dari sejumlah cabang olahraga, yaitu bulu tangkis, mini soccer, basket, biliar, padel, E-Sport, dan catur cepat (Rapid Chess), yang melibatkan insan PTDI, komunitas olahraga, serta masyarakat.
Mengusung tema HUT ke-50 PTDI, “Golden Legacy, Global Horizon: Menjaga Kedaulatan Bangsa, Mengangkasa di Panggung Dunia”, rangkaian Piala Dirgantara 2026 menjadi salah satu momentum untuk membangun kolaborasi antara dunia industri, komunitas olahraga, dan masyarakat melalui berbagai cabang olahraga yang memadukan unsur edukasi, budaya, sportivitas, dan kebersamaan.
Rangkaian Piala Dirgantara 2026 diawali dengan turnamen badminton yang berlangsung pada tanggal 27 Juli–19 Agustus 2026, di Auditorium B.J. Habibie PKSN. Selanjutnya, turnamen mini soccer diselenggarakan pada 1-22 Agustus 2026 di Bintang Sport Mini Soccer, Cimahi, dan dilanjutkan dengan berbagai turnamen olahraga lainnya, termasuk turnamen catur cepat (Rapid Chess) yang mempertemukan pecatur dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan mencapai puncaknya pada peringatan HUT ke-50 PTDI pada 29 Agustus 2026 melalui kegiatan Runtainment.
PTDI Rapid Chess Tournament diselenggarakan pada hari ini (15/08), di selasar Gedung Auditorium B.J. Habibie, PTDI. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) Jawa Barat, Asep Mulyana; Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung, Nuryadi; serta Ketua Umum Pengurus Kota (Pengkot) PERCASI Kota Bandung, Salahuddin Al Ayubi. Berkolaborasi dengan PERCASI, turnamen ini merupakan kompetisi catur cepat tingkat nasional yang diikuti oleh 500 peserta, perwakilan dari 11 provinsi di Indonesia.
PTDI Rapid Chess Tournament telah diselenggarakan selama tiga tahun sejak 2024, seiring dengan antusiasme komunitas catur yang terus berkembang. Kehadiran Grandmaster Indonesia, Novendra Priasmoro, serta Grandmaster asal Vietnam, Nguyen Duc Hoa, turut memperkuat kualitas kompetisi sekaligus memberikan pengalaman bertanding bagi para peserta.
PTDI Rapid Chess 2026 mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Master, Non-Master, Veteran, hingga Junior yang mencakup peserta tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keragaman kategori tersebut memberikan kesempatan bagi peserta dari berbagai kelompok usia dan tingkat kemampuan untuk berkompetisi dalam satu ajang catur tingkat nasional.
Catur dipilih sebagai salah satu cabang olahraga dalam Piala Dirgantara 2026 karena memiliki nilai yang sejalan dengan karakter industri dirgantara, seperti strategi, ketelitian, konsentrasi, presisi, kemampuan membaca situasi, serta pengambilan keputusan yang tepat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi bagian penting dalam aktivitas industri dirgantara yang membutuhkan perencanaan dan perhitungan secara matang.
Menggunakan format Rapid Chess, setiap pemain memiliki waktu bermain lebih dari 10 menit dan kurang dari 60 menit untuk menyelesaikan satu permainan, sesuai dengan ketentuan Fédération Internationale des Échecs (FIDE). Pada PTDI Rapid Chess 2026, kontrol waktu yang digunakan adalah 10 menit dengan tambahan 3 detik untuk setiap langkah. Format ini lebih singkat dibandingkan dengan catur klasik, tetapi lebih panjang dibandingkan dengan catur kilat (blitz), sehingga pemain dituntut untuk mampu mengelola waktu sekaligus menyusun strategi secara cepat dan tepat. Para pemain tetap mengikuti aturan catur standar, termasuk rokade, en passant, dan promosi pion. Setiap pemain dituntut untuk menyelesaikan permainan sebelum waktu yang diberikan berakhir, sehingga kecepatan berpikir, ketelitian, pengambilan keputusan, dan kemampuan mengatur waktu menjadi faktor penting dalam memenangkan permainan.
“Dalam permainan catur, seorang pemain tidak hanya dituntut untuk bergerak cepat, tetapi juga harus mampu berpikir ke depan, membaca situasi, memperhitungkan risiko, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dengan tepat. Hal yang sama juga kami lakukan dalam industri kedirgantaraan. Ketika membangun sebuah pesawat, tidak ada ruang untuk keputusan yang dilakukan sembarangan. Setiap proses membutuhkan perencanaan, ketelitian, presisi, dan perhitungan yang matang. Melalui catur, kami ingin membawa sebuah pesan sederhana: untuk melangkah maju, kita harus mampu berpikir strategis, bekerja dengan presisi, dan berani mengambil keputusan,” ujar Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.
Melalui Piala Dirgantara 2026, PTDI merayakan 50 tahun perjalanan dengan memperkuat semangat kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi bersama insan PTDI, komunitas olahraga, dan masyarakat. Semangat tersebut menjadi bagian dari Golden Legacy yang telah dibangun selama lima dekade, sekaligus menguatkan langkah PTDI menuju Global Horizon dan kiprah yang semakin luas di masa depan.







Komentar