Peringati G30S/PKI, DINAMIKU dan Pemuda ICMI Jabar Angkat Tema Jiwa Pancasila

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Dalam rangka memperingati peristiwa G30S/PKI, Pusat Data dan Dinamika Umat (DINAMIKU) Darul Hikam bekerja sama dengan Pemuda Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Jawa Barat menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Meneguhkan Ideologi dan Jiwa Pancasila” (1/10/ 2025).

Acara digelar secara daring melalui Zoom Meetings pukul 19.30 – 21.30 WIB dan diikuti lebih dari 600 peserta dari kalangan mahasiswa, aktivis organisasi, guru, dosen, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya Ketua DINAMIKU Dr. H. Aep Saepuloh, M. Si menyampaikan bahwa peringatan peristiwa G30S/PKI bukan hanya mengenang sejarah kelam bangsa, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga ideologi Pancasila.

“Tema yang kita angkat hari ini adalah upaya meneguhkan kembali semangat Pancasila, agar tetap hidup dalam jiwa generasi muda dan menjadi pedoman menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. menegaskan bahwa Pancasila adalah ideologi final yang lahir dari kesepakatan para pendiri bangsa lintas agama dengan landasan Ketuhanan Yang Maha Esa.

“Peristiwa G30S/PKI harus dijadikan ibrah agar penyimpangan tidak terulang kembali, sekaligus menjadi dorongan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Hidayat Nur Wahid

Narasumber kedua Dekan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FIPS) Universitas Pendidikan Indonesia Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM, menambahkan bahwa kesaktian Pancasila bukanlah hal mistis, melainkan lahir dari nilai luhur bangsa yang mampu menolak komunisme.

“Tantangan saat ini justru terletak pada implementasi Pancasila di tengah realitas politik, korupsi, dan lemahnya kebijakan. Ia menekankan perlunya revitalisasi Pancasila melalui pendidikan, keteladanan pemimpin, serta sosialisasi yang mendidik, bukan sekadar doktrin formal,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Darul Hikam Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menyampaikan bahwa gagalnya PKI adalah bukti campur tangan Allah dan buah perjuangan umat.

Ia mengingatkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan Pancasila, justru memperkokohnya. Melalui tiga pilar gerakan Darul Hikam: Dakwah, Pendidikan, dan Pemberdayaan Ekonomi, anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR ini menegaskan pentingnya peran lembaga pendidikan dalam membentengi bangsa dari ideologi menyimpang.

Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, di mana peserta aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan yang memperkaya pembahasan.
Antusiasme ini menunjukkan bahwa semangat meneguhkan Pancasila masih kuat di kalangan generasi muda dan masyarakat luas.***

Komentar