KOTA BANDUNG TUGUBANDUNG ID) – Dinding merupakan salah satu elemen utama dalam interior hunian yang secara visual paling dominan. Namun dalam praktiknya, penataan dinding masih kerap dianggap sebagai tahap pelengkap dan tidak selalu direncanakan secara matang.
Padahal, kesalahan dalam penanganan dinding dapat berdampak langsung pada kenyamanan, fungsi ruang, dan ketahanan interior dalam jangka panjang.
Di banyak hunian perkotaan, penataan dinding sering dilakukan hanya berdasarkan pertimbangan estetika.
Pemilihan material, warna, atau elemen dekoratif kerap mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kondisi ruang dan lingkungan bangunan. Akibatnya, tidak sedikit pemilik rumah menghadapi masalah seperti dinding cepat rusak, tampilan yang terasa penuh, atau fungsi ruang yang tidak optimal.
CEO Home Detailing, Basuni, menilai bahwa dinding sering menjadi elemen interior yang paling sering disalahpahami. Menurutnya, fokus berlebihan pada tampilan visual tanpa analisis teknis justru berpotensi menurunkan kualitas ruang.
“Dinding bukan hanya soal warna atau dekorasi. Setiap ruang memiliki kondisi teknis yang berbeda, seperti tingkat kelembapan, pencahayaan, dan aktivitas penghuni. Jika itu tidak dipertimbangkan sejak awal, masalah biasanya baru muncul setelah interior digunakan,” ujar Basuni, Selasa, (13/1/2026).
Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah pemilihan material dinding yang tidak sesuai dengan kondisi ruang.
Hunian di kawasan dengan tingkat kelembapan tinggi, misalnya, membutuhkan perlakuan khusus agar dinding tidak mudah berjamur atau mengelupas.
Tanpa analisis yang tepat, material yang digunakan justru menimbulkan masalah baru dalam jangka menengah hingga panjang.
Selain itu, penggunaan elemen dekoratif secara berlebihan juga menjadi persoalan umum. Ornamen dinding yang tidak disesuaikan dengan ukuran dan proporsi ruang dapat membuat ruangan terasa sempit dan kurang nyaman.
Basuni menegaskan bahwa elemen dekoratif seharusnya memperkuat fungsi ruang, bukan sekadar menambah visual.
J“Penataan dinding yang baik harus selaras dengan fungsi ruang. Jika terlalu banyak ornamen tanpa perhitungan, ruang justru kehilangan kenyamanannya,” katanya.
Pendekatan penataan dinding yang lebih terencana mulai diterapkan oleh sejumlah pelaku jasa desain dan pengerjaan interior. Salah satunya adalah Home Detailing, penyedia jasa desain dan build interior berbasis di Bandung. Dalam proses pengerjaannya, penataan dinding diposisikan sebagai bagian dari perencanaan interior secara menyeluruh, bukan sebagai elemen tambahan di tahap akhir.
Melalui proses survei dan analisis kondisi ruang, penataan dinding disesuaikan dengan fungsi ruangan, aktivitas penghuni, serta karakter bangunan. Basuni menilai pendekatan ini membantu meminimalkan kesalahan pemilihan material sekaligus meningkatkan daya tahan interior.
“Ketika penataan dinding direncanakan sejak awal bersama elemen interior lainnya, hasilnya lebih proporsional, awet, dan sesuai kebutuhan penghuni,” jelasnya.
Ulasan pengguna jasa interior di berbagai platform digital juga menunjukkan bahwa penataan dinding yang direncanakan sejak awal memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan ruang.
Interior dinilai terasa lebih rapi dan seimbang ketika elemen dinding ditata berdasarkan perencanaan yang jelas.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa dinding bukan sekadar latar visual, melainkan elemen penting yang menentukan kualitas interior hunian.
Dengan perencanaan yang matang dan pendekatan terintegrasi, penataan dinding dapat memberikan kontribusi besar terhadap kenyamanan serta keberlanjutan penggunaan ruang dalam jangka panjang.***







Komentar