KABUPATEN SUMEDANG – Pemerintah terus harus hadir memfasilitasi industri kreatif, dari mulai menghadirkan solusi masalah yang dihafapi industri kreatif itu.
Bupati Sumdang Doni Ahmad Munir menjelaskan yang pertama biasanya industri kreatif itu permodalan untuk pengembangannya.
“Di Sumedang sendiri ada kurda ya, Kredit Usaha Rakyat Daerah, hanya 3% setahun bunganya. Ini untuk UMKM, untuk industri kreatif, dan sebenarnya dibayar 12% ke banknya, ke Bank Sumedangnya. 9% subsidi bunga dari kami, 3% dibayar oleh para kreditur. Jadi, konkret ini untuk membantu UMKM menumbuhkan industri kreatif,” jelasnya
Kedua, lanjut Doni, adalah agar kreativitasnya tumbuh terus, agar hidup terus, tentunya harus ada sebuah wadah edukasi bagi berkembangnya kreativitas apa, UMKM, supaya lebih kreatif lagi.
Yang ketiga, bagaimana kualitas kalau sebuah produk, produk kreatif ini harus benar-benar berkualitas dan sustain ke depannya.
Yang keempat, bisa dipasarkan. Ini marketing-nya dari hasil karya kita.
“Di samping untuk kepuasan pembuatnya, dia bisa memuaskan yang lainnya, bisa dipasarkan baik secara offline maupun secara secara online,” tambah Doni.
Doni Ahmad Munir berharap kegiatan seperti itu menjadi salah satu motivasi bagi daerah untuk terus menumbuhkan kreativitasnya dalam bentuk kerajinan dari karya-karyanya, ehingga tiap tahun ada keberlanjutan improvement, ada perbaikan terus-menerus.
Doni juga menjelaskan indikator peningkatan tersebut, di antaranya peningkatan keikutsertaan dalam pameran-pameran.
“Kita lihat stan-stan yang sudah dikurasi oleh Bank Indonesia, itu yang hadir tidak asal. Semuanya dikurasi dulu. Dan ada perbaikan terus-menerus sehingga event ini bisa berhasil, berhasil guna, berdaya guna, tidak sebatas acara tahunan,” jelasnya.
Doni juga tetap berpesan peningkatan itu harus bernilai.
“Tapi harus ada nilainya. Apa sih nilai lebihnya? Para UMKM ini semakin meningkat, semakin maju, semakin sejahtera, dan semakin meluas pasarnya,” harapnya.
Kuliner Khas Sumedang
Selain tahu, kuliner khas Sumedang yang sudah memancanegara di antaranya Ubi Cilembu. Menurut Doni, Ubi Cilembu ini sudah diekspor ke beberapa negara.
“Cilembu, ada ke Malaysia, ke Jepang, ke Korea. Kalau di Jepang ada sweet potatoes, itu adalah Ubi Cilembu yang dikemas,” terangnya. (Pun)***

Komentar