ITB dan Boeing Hadirkan 10 Startup Inovatif dalam Final Demo Day BUILD Indonesia 2026

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) — Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Boeing menggelar Final Demo Day Boeing University Innovation Leadership Development (BUILD) Indonesia 2026 di ITB Innovation Park, Summarecon Bandung, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini menjadi puncak program pengembangan inovasi yang mempertemukan talenta muda Indonesia dengan para ahli, mentor industri, dan ekosistem inovasi untuk menghadirkan solusi teknologi di bidang dirgantara.

Sebanyak 10 tim startup terpilih mempresentasikan inovasi mereka di hadapan dewan juri. Berbagai gagasan yang ditampilkan tidak hanya berkaitan dengan penerbangan, tetapi juga mencakup pemanfaatan teknologi dirgantara untuk sektor lain, seperti pertanian dan kesehatan.

Program BUILD Indonesia 2026 merupakan penyelenggaraan perdana di Indonesia. Melalui kolaborasi ini, ITB dan Boeing berupaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan industri sekaligus membuka peluang bagi inovator muda untuk mengembangkan ide menjadi solusi yang dapat diterapkan secara nyata.

Kolaborasi ITB dan Boeing untuk Mengembangkan Talenta Indonesia

Direktur Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi (DHKT) ITB, Ir. Hary Devianto, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepercayaan Boeing terhadap kemampuan dan potensi inovasi yang dimiliki Indonesia.

“Indonesia memiliki sumber daya manusia dan talenta yang sangat besar, termasuk dalam bidang teknologi dan rekayasa. Potensi tersebut perlu didukung melalui kesempatan pengembangan inovasi, pendampingan, serta kolaborasi dengan industri berskala global,” kata Hary Devianto.

Ia berharap kerja sama ITB dan Boeing tidak berhenti pada penyelenggaraan program tahun ini, tetapi dapat terus berlanjut untuk mendorong lahirnya lebih banyak inovasi di bidang penerbangan dan kedirgantaraan.

Sementara itu, Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, menyampaikan antusiasmenya terhadap kemitraan bersama ITB. Menurutnya, pengembangan industri dirgantara tidak hanya berfokus pada pembuatan pesawat, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang kuat, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengembangan teknologi.

“Pendidikan di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem tersebut,” katanya.

Melalui BUILD Indonesia, para peserta memperoleh kesempatan belajar langsung dari para ahli Boeing, mentor industri, serta ekosistem inovasi ITB. “Pendampingan ini membantu mereka menguji, menyempurnakan, dan mengembangkan gagasan agar semakin relevan dengan kebutuhan industri,” lanjutnya.

Teknologi Dirgantara Punya Peran Strategis bagi Masa Depan Indonesia

Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Dr.-Ing. Ir. Ilham Akbar Habibie, MBA., IPU., ASEAN Eng., dalam sesi Inspirational Speech menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dirgantara untuk mendukung kemajuan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ia menjelaskan bahwa teknologi dirgantara memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada transportasi udara. Pengembangannya juga berkaitan dengan teknologi satelit, pemantauan wilayah, logistik, pertanian, hingga mitigasi bencana.

“Bagi Indonesia sebagai negara kepulauan, penguasaan teknologi tersebut memiliki arti strategis untuk meningkatkan konektivitas sekaligus menjawab berbagai tantangan geografis,” ungkap Ilham Habibie.

Ilham juga menekankan pentingnya memperbanyak tenaga insinyur dan memperkuat peran mereka dalam pembangunan industri berteknologi tinggi. Indonesia, menurutnya, memiliki sejarah panjang dalam pengembangan industri pesawat terbang yang menjadi bukti kemampuan bangsa untuk menguasai teknologi maju.

“Dalam menghadapi perkembangan industri dirgantara, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis. Mereka juga perlu membangun ketangguhan, kemampuan bekerja sama, dan kepekaan terhadap persoalan nyata di masyarakat,” tuturnya.

Sepuluh Startup Tampilkan Inovasi, Tiga Tim Terbaik Mendapat Penghargaan

Pada sesi Final Demo Day, 10 tim startup mempresentasikan solusi bisnis dan teknologi mereka secara bergantian. Para peserta juga menampilkan produk dan inovasinya dalam sesi showcase yang memberikan kesempatan kepada dewan juri untuk melihat lebih dekat potensi pengembangan setiap gagasan.

Sepuluh finalis tersebut adalah GoTani, AeroSphere LCA, Agritech, Hieren, Avia BSF, Agentic Vibing, Mahalangit, MedFly, SAF and Sound, serta Pilotin.id.

Setelah melalui proses penilaian, tiga tim terpilih menerima penghargaan dalam kategori berbeda. Avia BSF meraih penghargaan The Most Impactful, Agritech memperoleh penghargaan The Most Innovative, sedangkan Pilotin.id dinobatkan sebagai The Most Marketable.

Dari rangkaian penilaian, program ini memberikan penghargaan kepada tiga tim dalam kategori The Most Marketable, The Most Innovative, dan The Most Impactful. Masing-masing tim pemenang memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp50 juta serta pendampingan lanjutan untuk mengembangkan inovasi mereka.

Penghargaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ide-ide yang lahir selama program agar memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Pun)***

Komentar