KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Barat pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,28% (month-to-month). Secara tahunan, inflasi Provinsi Jawa Barat tercatat sebesar 3,08% (year-on-year). Realisasi inflasi Jawa Barat tersebut lebih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 0,44% (mtm) atau 3,34% (yoy) dan merupakan capaian inflasi bulanan yang paling rendah di wilayah Jawa.
“Realisasi inflasi Jawa Barat yang tetap terkendali dan berada di rentang sasaran merupakan hasil nyata efektivitas sinergi dari seluruh pemangku kepentingan dalam mengimplementasikan strategi 4K secara komprehensif,” ungkap Kepala Perwakilan BI Jabar Junanto Herdiawan di Bandung, Kamis (16/7/2026).
Secara bulanan, inflasi disumbang oleh sejumlah komoditas, yaitu bensin (0,21%), bawang merah (0,03%), bawang putih (0,02%), beras (0,01%), dan tomat (0,01%). Di sisi lain, tekanan inflasi tertahan oleh sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi, diantaranya daging ayam ras (-0,07%), telur ayam ras (-0,03%), cabai rawit (-0,02%), ikan mas (-0,01%), dan cabai merah (-0,01%). Inflasi Juni 2026 terjadi di seluruh kabupaten/kota sampel IHK di Jawa Barat, dengan inflasi tertinggi terjadi di Kota Depok sebesar 0,42% (mtm), sementara inflasi terendah terjadi di Kota Tasikmalaya sebesar 0,03% (mtm).
“Bank Indonesia bersama TPID di seluruh wilayah Jawa Barat terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K. Gerakan Pangan Murah (GPM) telah dilaksanakan di 85 titik se-Jawa Barat selama bulan Juni 2026, yang bertujuan untuk mendorong keterjangkauan harga,” tambah Ijun (panggilan akran Junanto).
Di sisi hulu, panen komoditas dan gerakan tanam serentak di berbagai wilayah dilakukan untuk memperkuat ketersediaan pasokan. Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) juga disalurkan untuk menjaga stabilitas pasokan beras. Untuk mendorong kelancaran distribusi, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) terus diberikan pada sejumlah pelaksanaan GPM di wilayah Jawa Barat.
Guna memperkuat sinergi dan koordinasi dalam pengendalian inflasi, sejumlah kegiatan juga telah dilakukan selama Juni 2026, diantaranya High Level Meeting TPID Kota Depok, capacity building lintas daerah, focus group discussion (FGD) lintas instansi serta mendorong komunikasi efektif melalui penyelenggaraan talkshow diversifikasi pangan lokal dalam rangkaian kegiatan Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Melalui sinergi yang erat bersama TPID, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat terus mengakselerasi implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Langkah tersebut didukung dengan penguatan pemantauan harga, antisipasi potensi risiko, serta berbagai upaya mitigasi untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan pasokan, sehingga stabilitas harga tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Pun)***






Komentar