KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Suasana penuh hikmat dan keseriusan tampak menyelimuti para jamaah yang memadati Masjid Al-Ihsan Darul Hikam, Dago, Kota Bandung.
Puluhan jamaah, yang sebagian besar merupakan kaum ibu, hadir dengan antusias mengikuti Kajian Akbar Majelis Ta’lim Uswatunnisa Darul Hikam.
Kajian ini merupakan agenda rutin bulanan yang senantiasa menghadirkan pembicara inspiratif. Untuk edisi Oktober, Majelis Ta’lim Uswatunnisa menghadirkan Ustaz Fatih Karim, da’i nasional sekaligus Founder Cinta Qur’an Foundation, dengan tema “Membawa Keluarga Menuju Surga.”
Dalam ceramahnya, Ustaz Fatih Karim menekankan pentingnya peran keluarga sebagai penjaga keimanan. Ia mengutip Surah At-Tahrim ayat 6 yang mengingatkan umat Islam untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
“Allah sudah mengingatkan dalam Surah At-Tahrim ayat 6: ‘Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.’ Maka menjaga keluarga bukan hanya dengan kasih, tapi juga dengan saling menasihati,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, Ustaz Fatih menegaskan bahwa keluarga yang berpegang teguh pada Al-Qur’an akan menjadi sumber kebaikan yang tak terhingga.
“Keluarga itu madrasah pertama. Kalau di dalamnya ada Al-Qur’an, insya Allah lahir generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Darul Hikam, Sodik Mudjahid, turut memberikan tausiyah singkat mengenai pentingnya menjadikan keluarga sebagai jalan menuju surga.
“Hai orang-orang beriman, bersegeralah menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Dengan apa? Dengan iman, iman, dan iman,” jelasnya.
Sodik juga menegaskan pentingnya menghadapi tantangan umat dengan kesabaran, kecerdasan, dan kreativitas.
“Tantangan umat memang makin besar, tapi peluangnya juga makin terbuka. Hanya orang yang sabar, sholat, kreatif, dan cerdas yang bisa mengambil peluang di tengah tantangan itu,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Ustaz Fatih Karim menyampaikan kekagumannya terhadap kiprah Yayasan Darul Hikam yang telah konsisten berkontribusi dalam bidang pendidikan dan dakwah di Indonesia.
“Saya sangat mengagumi keistiqamahan Yayasan Darul Hikam. Sejak tahun 1960-an sudah berdiri dan terus berkontribusi untuk negeri,” tutupnya.
Dengan terselenggaranya kajian ini, Majelis Ta’lim Uswatunnisa Darul Hikam berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi wadah untuk memperkuat nilai keislaman dalam keluarga.
Melalui program kajian dan diskusi keummatan, Darul Hikam berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan umat melalui pendidikan, dakwah, dan kegiatan sosial di seluruh Indonesia.***













Komentar