KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Darul Hikam Integrated School (DHIS) Primary menyelenggarakan rangkaian kegiatan Field Learning Trip sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pembelajaran kontekstual di luar ruang kelas.
Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan perkembangan siswa di tiap jenjang usia melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.
Untuk siswa kelas Primary 1 dan 2, kegiatan difokuskan di Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Di kawasan hutan kota tersebut, siswa diajak berinteraksi langsung dengan alam sebagai bentuk stimulasi sensorik yang mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum DHIS Primary, Yuliawaty, M.Pd, mengatakan pembelajaran di ruang terbuka memberi pengalaman berbeda dibandingkan di kelas. Menurutnya, melalui eksplorasi di Tahura, siswa mendapatkan rangsangan sensorik mulai dari menghirup udara segar, menyentuh tekstur pepohonan, hingga mendengar suara alam yang penting bagi perkembangan mereka.
Sementara itu, siswa Primary 3, 4, dan 6 mengikuti agenda Bandros dan Museum Tour untuk mengenal sejarah serta budaya Kota Bandung. Menggunakan bus wisata Bandros, siswa berkeliling melihat berbagai landmark dan cagar budaya, kemudian mengunjungi Museum Pos Indonesia, Museum Geologi, serta Museum Sri Baduga.
Di Museum Pos Indonesia, siswa mempelajari sejarah komunikasi sekaligus mempraktikkan cara berkirim surat secara langsung sebagai bagian dari literasi korespondensi.
Kunjungan ke Museum Geologi memberikan pemahaman tentang proses terbentuknya bumi, fosil purba, serta kekayaan sumber daya alam. Adapun di Museum Sri Baduga, siswa mengenal sejarah peradaban manusia dan budaya masyarakat Jawa Barat.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori dari buku pelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata melalui pendekatan experiential learning.
Dengan mengunjungi museum dan situs bersejarah, sekolah berharap tumbuh rasa cinta terhadap warisan budaya serta kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.
DHIS Primary terus mengintegrasikan kurikulum akademik dengan kegiatan lapangan yang relevan guna memastikan setiap siswa mendapatkan pengalaman belajar yang holistik, bermakna, dan menyenangkan.***













Komentar