Perkuat Implementasi ESG dan Pelestarian Ekosistem Pesisir
KARAWANG (TUGUBANDUNG.ID), 8 Agustus 2026 — PT Bio Farma (Persero), bagian dari ekosistem Danantara, kembali menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman mangrove di Desa Muarabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi Bio Farma bersama Forum CSR Tenant Indotaisei Industrial Tenant dan komunitas setempat. Dalam kegiatan tersebut, Bio Farma menyerahkan 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dari total 20.500 bibit yang berhasil dihimpun melalui dukungan berbagai pihak.
Aksi ini melanjutkan program pelestarian ekosistem pesisir yang telah dijalankan Bio Farma bersama para pemangku kepentingan. Pada 2023 dan 2025, sebanyak 8.600 bibit mangrove telah ditanam sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kawasan pesisir dan meningkatkan ketahanan lingkungan.
Kepala Divisi TJSL, HSE, Aset, dan Umum Bio Farma, Hidayat Setiadji, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran sekaligus mendorong keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove.
“Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-136 Bio Farma pada 6 Agustus 2026 serta Hari Internasional untuk Konservasi Ekosistem Mangrove yang diperingati setiap 26 Juli, kegiatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga dan merehabilitasi ekosistem mangrove. Upaya tersebut membutuhkan aksi nyata dan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta masyarakat,” ujar Hidayat.
Menurut Hidayat, penanaman mangrove bukan sekadar kegiatan penghijauan, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang Bio Farma untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat. Penguatan ekosistem mangrove diharapkan dapat mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui optimalisasi ekosistem blue carbon, sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan pesisir.
Kepala Desa Muarabaru, Ato Sukanto, menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan sinergi berbagai pihak dalam mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Mewakili pemerintah desa, kami menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan dukungan dari dunia industri serta komunitas setempat. Berkat kolaborasi yang baik dari seluruh pihak, kegiatan penanaman mangrove ini dapat terlaksana dan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan serta masyarakat sekitar,” ujar Ato.
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Selain melindungi garis pantai dari abrasi dan menjadi habitat bagi beragam flora dan fauna, mangrove juga turut menopang kehidupan masyarakat pesisir. Kemampuannya menyerap dan menyimpan karbon juga menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem strategis dalam mitigasi perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Kegiatan penanaman mangrove di Desa Muarabaru merupakan implementasi nyata komitmen Bio Farma terhadap agenda ESG, khususnya pada aspek pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan tata kelola secara kolaboratif. Inisiatif ini juga mencerminkan semangat transformasi BUMN dalam ekosistem Danantara yang mengedepankan kinerja unggul sekaligus penciptaan nilai jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan.
Melalui kolaborasi lintas sektor, Bio Farma akan terus mendukung berbagai inisiatif keberlanjutan yang memberikan dampak nyata dan terukur. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir serta mewujudkan masa depan yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Pun)***






Komentar