KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Sepuluh tokoh kreatif dari berbagai bidang menerima Anugerah Kreator Bandung (AKB) 2025 yang digelar Pemerintah Kota Bandung melalui Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Penghargaan ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam merawat ruang kreasi sekaligus mengapresiasi para insan kreatif yang berkontribusi nyata bagi perkembangan ekosistem kreatif Kota Bandung. Acara digelar pada Jumat, 14 November 2025 di eL Hotel Bandung.
AKB 2025 menjadi momentum penting untuk merayakan karya, inovasi, serta kontribusi kreator yang terus membangun identitas Bandung sebagai A City of Creators. Tahun ini, penghargaan diberikan kepada sepuluh tokoh yang dianggap paling mewakili semangat kreatif Bandung. Mereka adalah Ardo Ardana (Cipta Ruang), Daryl Wilson (Digital), Meizan Nataadiningrat (Event Berkelanjutan), Ressa Ria Lestari (Inklusivitas), Arsi Peni Wulandari (Inovasi), Aprilia Melissa (Kewirausahaan), Mamat Rosidi atau Abah Gofar (Komunitas), Siska Nirmala (Lingkungan Hidup), Gadis Prameswari (Edukasi), serta Abah Iwan Abdurrachman sebagai Tokoh Legendaris.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam sambutannya menegaskan bahwa kreator Bandung sesungguhnya tidak membutuhkan penghargaan, melainkan justru Kota Bandung yang membutuhkan para kreator. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa AKB bukan sekadar ajang apresiasi, tetapi sebuah wujud komitmen pemerintah untuk menciptakan ruang, kebijakan, dan dukungan yang memungkinkan kreativitas tumbuh tanpa batas. Langkah ini menjadi praktik baik bagaimana pemerintah memperkuat ekosistem kreatif, meningkatkan fasilitas, serta membuka peluang kolaborasi agar setiap talenta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Tahun ini, AKB mengusung tema “Retrospektif: Pesan Bangsa-Bangsa Asia Afrika”, terinspirasi dari nilai solidaritas, keberanian, dan persatuan yang menjadi fondasi Konferensi Asia Afrika pada 1955. Tahun 2025 juga menandai 70 tahun penyelenggaraan KAA, sehingga tema retrospektif menjadi relevan sebagai ajakan bagi para kreator untuk menafsirkan ulang nilai-nilai kemanusiaan dan kolaborasi dalam konteks masa kini. Semangat Asia Afrika dianggap sejalan dengan karakter kreatif Bandung yang penuh keberanian, solidaritas komunitas, dan kebebasan dalam menemukan cara-cara baru menjawab tantangan zaman.
Ketua Dewan Kurator AKB 2025, Galih Sedayu, menjelaskan bahwa proses kurasi dilakukan melalui riset literasi, diskusi, dan wawancara yang berfokus pada keaslian gagasan, kualitas karya, relevansi terhadap isu kekinian, rekam jejak, serta dampak nyata para kreator terhadap ekosistem kota. Bersama dua kurator lainnya, R. Rizky A. Adiwilaga dan Maulana Yudiman, prinsip kurasi ini memastikan bahwa para penerima AKB adalah figur yang benar-benar memberi kontribusi nyata bagi Kota Bandung.
Selain penganugerahan, Malam AKB 2025 juga diramaikan pertunjukan dari berbagai kreator lokal seperti Noise Creator Indonesia, Kartwel Noesantara, Sulaya Panyidagan, Bioskop Kabaret BDG, Fashion Show oleh Revi Model Academy, MUA Bagus & Dama Kara, serta penampilan musik balada dari Abah Iwan Abdulrachman. Kehadiran para penampil ini memperlihatkan spektrum kreativitas Bandung yang luas, mulai dari musik eksperimental, seni pertunjukan, hingga fashion, yang seluruhnya mencerminkan kekuatan kolaborasi dan inovasi kota.
Sebagai program resmi Pemerintah Kota Bandung, AKB hadir sebagai ruang apresiasi sekaligus pemantik agar para kreator terus melahirkan karya yang relevan, berdaya saing, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Tahun ini, penyelenggaraan AKB didukung oleh Ruang Kolaborasa dan Eco Ethno, serta sponsor seperti BJB, Dama Kara, Exsport, Eiger, dan dukungan media partner Cerita Bandung dan Bandung Corner. Kolaborasi lintas pihak ini membuktikan bahwa ekosistem kota kreatif Bandung hanya dapat tumbuh melalui dukungan bersama dari berbagai pemangku kepentingan.
AKB 2025 kembali menegaskan bahwa Bandung akan selalu menjadi kota yang melahirkan gagasan, inovasi, dan talenta—sebuah kota yang pantas menyandang identitas A City of Creators.***













Komentar