Angggota DPRD Jabar Syahrir Dorong Lulusan SMK Jabar Tembus Pasar Kerja Internasional

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Syahrir, SE, M.Pol, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki daya saing di pasar kerja global. Upaya ini dipandang sebagai langkah strategis untuk menekan angka pengangguran di Jawa Barat yang masih tergolong tinggi.

Berdasarkan data ketenagakerjaan terbaru, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Barat saat ini mencapai 6,77 persen, menempatkannya sebagai provinsi dengan angka pengangguran tertinggi ketiga secara nasional. Dari total angkatan kerja sebanyak 26,29 juta orang, tercatat 24,51 juta telah bekerja, sementara sekitar 1,78 juta orang masih menganggur. Bahkan, Kota Cimahi mencatat tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat dengan angka 8,97 persen.

Hal tersebut disampaikan Syahrir saat menghadiri kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja ke Luar Negeri yang diselenggarakan oleh APJATI bekerja sama dengan Migran Indonesia Asisten (MIA), bertempat di CADISDIK Wilayah III Jawa Barat, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/1/2026).

ANGGOTA DPRD Jabar H. Syahrir.*

Menurut Syahrir, membuka akses kerja bagi lulusan SMK ke luar negeri sejalan dengan kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, yakni target pembukaan satu juta lapangan kerja luar negeri setiap tahun. Dengan jumlah penduduk Jawa Barat yang mencapai 51,1 juta jiwa, pengiriman tenaga kerja terampil ke mancanegara dinilai sebagai solusi realistis untuk menyeimbangkan laju pertumbuhan angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan kerja di dalam negeri.

Ia juga menyoroti dampak tingginya Upah Minimum Regional (UMR) di wilayah industri seperti Kota dan Kabupaten Bekasi yang mendorong relokasi pabrik ke daerah lain, khususnya Jawa Tengah. Kondisi ini, lanjut Syahrir, berpotensi mengurangi kesempatan kerja lokal apabila tidak diantisipasi dengan kebijakan alternatif.

Sebagai Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Nasional (GLN) ‘Gareulis’ Jawa Barat, Syahrir menilai peluang kerja sebagai pekerja migran formal dapat menjadi opsi strategis bagi lulusan SMK. Ia mencontohkan adanya program pelatihan bagi 500 calon tenaga kerja yang dipersiapkan untuk bekerja di Turki, yang menurutnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda Jawa Barat.

Untuk itu, Syahrir mendorong sekolah-sekolah SMK agar lebih proaktif menjalin kemitraan dengan APJATI dan MIA, termasuk mengundang langsung lembaga terkait ke lingkungan sekolah guna memberikan pemahaman serta motivasi kepada siswa tentang peluang kerja internasional.

“Dengan keterampilan yang sesuai standar global dan kesiapan mental yang baik, lulusan SMK Bekasi dan Jawa Barat diharapkan mampu menjadi tenaga kerja unggul di luar negeri sekaligus berkontribusi bagi perekonomian nasional,” pungkasnya. ***

Komentar