KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID), 1 September 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung membenarkan bahwa kejadian yang sempat viral tersebut terjadi di perlintasan sebidang teregistrasi JPL 146 diantara petak jalan Padalarang – Cimahi tepatnya di KM 142 + 696. Dimana perlintasan sebidang tersebut dijaga swadaya masyarakat.
KAI Daop 2 Bandung tentunya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut, terlihat adanya pengendara sepeda motor yang nyaris menemper Kereta Api (KA) Feeder saat melintasi perlintasan sebidang di petak jalan Padalarang–Cimahi tadi, dan kejadian tersebut sempat viral di media sosial beberapa hari terakhir.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui dan menyayangkan kejadian tersebut, terutama karena terdapat ketidakhati-hatian saat melakukan pengamanan perlintasan pada saat KA akan melintas.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas utama. Pada saat kejadian, palang pintu sementara di perlintasan tersebut dalam kondisi dibuka ketika KA Feeder hendak melintas, sehingga sejumlah pengguna jalan kemudian melintas dan nyaris menemper KA,” ujar Kuswardojo.
JPL 146 di KM 142+696 saat ini merupakan perlintasan sebidang yang dijaga secara swadaya oleh masyarakat. Pada saat kejadian itu, warga masyarakat yang menjaga telah membuka palang pintu sementara di mana pada saat yang hampir bersamaan KA Feeder hendak melintas di lokasi tersebut. Sehingga kemudian beberapa pengguna jalan raya melintasi lokasi tersebut dan nyaris menemper KA Feeder yang melintas.
Kuswardojo menambahkan, JPL 146 merupakan salah satu perlintasan sebidang yang menjadi prioritas peningkatan keselamatan di wilayah Daop 2 Bandung. Saat ini, di lokasi tersebut tengah dilakukan proses pembangunan gardu penjaga dan palang pintu perlintasan yang merupakan salah satu dari program pemerintah yang dilaksanakan di daop 2.
“Perlintasan JPL 146 menjadi salah satu prioritas kami untuk dilakukan peningkatan keselamatan. Saat ini sedang dilakukan pembangunan gardu dan palang pintu perlintasan sehingga ke depan pengamanan di lokasi tersebut dapat semakin baik,” jelas Kuswardojo.
Selain peningkatan keselamatan, KAI Daop 2 Bandung juga mengusulkan agar dalam jangka panjang lokasi tersebut dapat ditingkatkan menjadi perlintasan tidak sebidang, sehingga perjalanan KA dapat semakin terjamin keselamatannya.
Perlintasan sebidang yang berada di JPL 146 tersebut merupakan salah satu dari sejumlah perlintasan sebidang yang menjadi prioritas di Daerah Operasi 2 untuk dilakukan peningkatan keselamatan.
KAI Daop 2 Bandung menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Pengguna jalan wajib meningkatkan kewaspadaan setiap kali akan melintasi perlintasan, termasuk ketika perlintasan tersebut dijaga ataupun tidak dijaga.
“Kami kembali mengingatkan seluruh pengguna jalan agar tidak hanya bergantung pada palang pintu atau petugas penjaga. Ketika akan melintasi perlintasan sebidang, wajib berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada KA yang akan melintas, dan setelah benar-benar aman baru melanjutkan perjalanan,” tegas Kuswardojo.
KAI mengimbau pengguna jalan untuk BERTEMAN (berhenti, tengok kanan-kiri, pastikan aman, dan silahkan melanjutkan perjalanan) ketika akan melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan dan kewaspadaan seluruh pengguna jalan. (Pun)***







Komentar