KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – DPRD Jawa Barat menerima usulan 7 raperda dari Pemprov Jabar masuk dalam Program Pembahasan Peraturan Daerah (Propemperda) 2025, dan 3 lainnya yang merupakan prakarsa dewan.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Provinsi Jawa Barat, Sugianto Nangolah menyebutkan sebelumnya telah melakukan konsultasi terkait sejumlah raperda yang diusulkan untuk ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD Jabar, Jumat (31/10/2025).
Ke 7 raperda usulan Pemda Provinsi Jawa Barat antara lain Raperda tentang investasi dan kemudahan berusaha, Perubahan Perda No 2 tahun 2019 tentang rencana umum energi Jabar 2015-2050.
Kemudian Raperda rencana pembangunan jangka menengah tahun 2025 – 2029, raperda usaha pertambangan mineral bukan logam jenis tertentu dan batuan. Lalu Raperda Penyeleggaraan administrasi kependudukan , Raperda penggunaan sumber daya air pada air permukaan dan perubahan Perda No 9 tahun 2023 tentang Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam sambutannya mengatakan memberikan keadilan pajak bagi masyarakat adalah kewajiban dari pemerintah.
Menilik pada kasus pajak air tanah dari sebuah perusahaan air mineral, ia menyatakan perlu dilakukan koreksi besar-besaran terhadap pemberlakuan pajak pada pemanfaatan air permukaan atau air tanah dalam.
“Hari ini sama, tidak ada bedanya akan digunakan untuk apa, untuk usaha air mineral dan untuk mandi pajaknya sama saja, seharusnya pajaknya lebih besar,” ujar KDM, sapaan akrab gubernur.
Selain sidak ke perusahaan air mineral, KDM juga menegaskan akan melakukan hal yang sama terhadap perusahaan -perusahaan besar lainnya di Jabar dalam penggunaan air permukaan dan air tanah.
Ia menegaskan, keadilan terkait pajak juga harus diberikan kepada daerah khususnya desa-desa penghasil pajak.
” Saya ingin keadilan, desa penghasil pajak harus mendapat prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan, air bersih. Jangan sampai desa penghasil pajak tetapi masih banyak rumah kumuh tanpa sanitasi, masyarakat banyak yang masih miskin, anak-anak tidak sekolah. Bappeda minggu depan akan mengumumkan desa-desa terbaik penghasil pajak bagi Jabar, “ujarnya. (Pun)***







Komentar