KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Kegiatan Serah Terima Sertifikat Halal dan Penutupan Program Sertifikasi Bisnis menjadi penanda berakhirnya rangkaian program pengembangan dan pembinaan UMKM Mitra Binaan PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Agenda ini sekaligus menjadi ajang penyampaian laporan keberhasilan program atas layanan yang telah diberikan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing para pelaku UMKM.
Acara diselenggarakan di Aula Kantor Kecamatan Kiaracondong dan dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari donatur program yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang diwakili oleh Manajer Partnership and Participations PT Kereta Api Indonesia, Ichwan, serta Direktur Eksekutif Baitulmaal Muamalat Tegar Sangga Barkah yang menjadi lembaga pengimplementasi dan fasilitator program.
Turut hadir pula Camat Kiaracondong Arif Budiman selaku tuan rumah, serta perwakilan dari dinas-dinas terkait, antara lain Tris Avianti Ratnajati selaku Kabid UM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandung, Taufik selaku Kabid Sarpras Industri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, serta para pelaku usaha.
Program ini berhasil menorehkan capaian signifikan, yaitu 100 Nomor Induk Berusaha (NIB), 100 Izin PIRT, dan 100 Sertifikat Halal telah diterbitkan untuk UMKM binaan.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen seluruh pihak dalam mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM, khususnya dalam aspek legalitas usaha, kepercayaan konsumen, serta kesiapan untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
“Capaian ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi dalam mewujudkan komitmen peningkatan kapasitas dan daya saing UMKM. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atas kepercayaan dan kerja sama yang terjalin baik selama program ini, serta kepada seluruh stakeholder yang telah berpartisipasi aktif,” ujar Tegar.
Sementara itu, Tris Avianti Ratnajati menyampaikan apresisasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas UMKM di Kota Bandung.
“Legalitas usaha yang diberikan melalui program ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan diri dan daya saing para pelaku UMKM di pasar yang lebih luas.” Lanjutnya.
Senada dengan hal tersebut, Ichwan selaku perwakilan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengatakan, legalitas usaha yang telah diterbitkan akan menjaga kualitas usaha para penerima manfaat sekaligus sebagai sarana untuk memperluas jangkauan produknya di pasaran.
“Kami dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, terima kasih juga kepada Baitulmaal Muamalat atas pendampingan yang optimal selama pelaksanaan program ini. Legalitas Usaha ini menjadi prasyarat pelaku usaha untuk menjaga kualitas. Sehingga, Kami berharap dengan adanya legalitas yang sesuai standar, para pelaku usaha dapat menjalankan usahanya secara berkelanjutan, menjaga kualitas produk, serta mampu memperluas jangkauan pasarnya,” kata Ichwan.
Ucapan syukur, bangga, dan terima kasih disampaikan oleh seluruh pihak atas keberhasilan program ini. Kegiatan pun turut diwarnai dengan kisah inspiratif dari para penerima manfaat, salah satunya Riza Faizal, pensiunan Dinas Pertanian yang kini aktif mengembangkan usaha produk teh daun kelor.
“Legalitas ini sangat penting. Dengan adanya sertifikat halal, saya menjadi lebih percaya diri dan berani memasarkan produk saya ke media sosial seperti Instagram. Terima kasih PT KAI atas dukungannya,” ungkap Riza Faizal, pelaku UMKM penerima manfaat program.
Program sertifikasi ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam mendukung pengembangan sektor UMKM sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Harapannya, setelah program ini berakhir, para pelaku usaha dapat terus bertumbuh, menjaga kualitas dan legalitas produk, serta berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal di wilayahnya masing-masing.***













Komentar