Hampir 250 Jiwa Masih Mengungsi Akibat Bencana Pergerakan Tanah di Puwakarta

KOTA BANDUNG (TUGUBANDUNG.ID) – Hampir 250 jiwa saat ini masih mengungsi akibat pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Desa Pasirmulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

BPBD Jabar fokus pada penanganan pengungsi yang saat ini berada di beberapa tempat yang lebih aman, di antaranya di kantor desa/kelurahan. Sebagian di rumah kerabat. Bersama dengan Dinas Kesehatan Jabar dan Dinkes Kabupaten Puwakarta, karena sebagian pengungsi menderita sakit dengan berbagai keluhan.

Pranata Humas BPBD Jabar Hadi Rahmat menyampaikan, palayanan yang dilakukan antara lain penyediaan logistik makanan dengan dapur umum, dan layanan kesehatan.

“Kita dirikan dapur umum, dan posko layanan kesehatan,” ujarnya, Minggu (15/6/2026).

“Hingga Minggu, (15/6/2025) Pukul 10:47 WIB, kondisi masih belum berubah,” tambah Hadi.

Diberitakan sebelumnya, terjadi bencana longsor/pergerakan tanah di daerah tersebut, akibat lereng yang curam tanpa vegetasi yang memadai lebih rentan terhadap longsor, terutama setelah hujan lebat, sistem drainase yang kurang baik berakibat pada berubahnya pola aliran air, menyebabkan akumulasi air di area tersebut menjadi pemicu gerakan tanah, lokasi bencana berada di zona kerentanan gerakan tanah menengah.

Adapun lokasi tepatnya berada di Dusun Cigintung Rt 008/006, Kampung Sukamulya RT 004/005 Desa/Kel Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta

Akibat bencana tersebut, 57 Unit Rumah Rusak Berat ( RB ), 1 Unit Fasilitas Umum Rusak Berat ( RB ) Jalan desa hancur, 1 Unit Tempat Ibadah Rusak Berat ( RB ), 3 Unit Rumah Rusak Sedang ( RS ), 8 Unit Rumah Rusak Ringan ( RR )

BPBD Provinsi Jawa Barat berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Purwakarta, BPBD Kabupaten Purwakarta Berkoordinasi dengan aparat, BPBD Kabupaten Purwakarta melaksanakan assesment, BPBD Provinsi Jawa Barat melakukan pendampingan ke lokasi gerakan tanah, Pemasangan patok sederhana untuk mengukur/tanda gerakan tanah, Menghimbau kepada masyarakat agar tetap selalu waspada, Mengungsikan warga terdampak ke kantor desa, Memasang safety line dan menutup akses ke area lokasi rawan bencana, Melakukan monitoring di lokasi gerakan tanah bersama Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta, Unsur yang terlibat: TNI, Polri, Satpol PP, DISHUB, PLN, Aparat Kecamatan & Desa Serta Masyarakat.

Adapun kondisi terkini, luas gerakan tanah diperkirakan mencapai 18.757,15 m² dan keliling 1.045,27 m. Kondisi ini terus terjadi dan dikhawatirkan mengenai ruas tol Cipularang yeng berjarak sekitar 1 KM dari lokasi. (Pun)***

Komentar