KARAWANG (TUGUBANDUNG.ID) – Sebagai upaya memperkuat stabilitas ekonomi daerah dan mendukung perluasan digitalisasi, Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar Pasamoan Agung, atau High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TPID – TP2DD) tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (11/6) di Kabupaten Karawang ini mengusung tema ‘Strategi Menjaga Daya Beli dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat melalui Pengendalian Inflasi dan Perluasan Digitalisasi’.
Hadir dalam acara Gubernur Jawa Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Forkopimda, Bupati/ Wali Kota, serta jajaran pemangku kepentingan strategis di Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Muhamad Nur, menyampaikan bahwa Pasamoan Agung merupakan forum strategis kolaboratif bagi Bank Indonesia bersama pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari TPID dan TP2DD.
“Pertemuan ini untuk semakin memperkuat strategi pengendalian inflasi dan perluasan serta percepatan digitalisasi. Berkat berbagai upaya sinergi pengendalian yang telah dilakukan TPID melalui kerangka 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif) selama ini, telah membawa pada kinerja inflasi Jawa Barat yang terjaga di kisaran sasaran 2,5% ±1%,” jelasnya.
Nur juga menekankan pentingnya inflasi yang terkendali karena mencerminkan stabilitas ekonomi dan terjaganya daya beli masyarakat.
“Sehingga menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, Bank Indonesia bersama TPID mendorong penguatan kemandirian pangan melalui penyederhanaan rantai distribusi, pemenuhan kebutuhan pupuk, hingga penyediaan bibit unggul yang terjangkau dan berkualitas,” tambahnya.
Menurut Nur, sinergi ini diharapkan dapat menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga meningkatkan kesejahteraan dan daya beli masyarakat Jawa Barat.
“Semua langkah ini sejalan dengan visi mewujudkan Jabar Istimewa serta mendukung Asta Cita pemerintah Republik Indonesia,” lanjutnya.
Di sisi lain, digitalisasi juga menjadi salah satu langkah strategis utama Bank Indonesia dalam mendukung efektivitas belanja pemerintah daerah, meningkatkan transparansi, dan mendorong inklusi keuangan.
Bank Indonesia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperluas elektronifikasi transaksi, sebagai wujud nyata efisiensi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan publik. TP2DD menjadi motor penggeraknya, dengan dukungan penuh dari kepala daerah. Tak hanya sebatas aspek teknis, TP2DD juga berperan strategis dalam mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui optimalisasi digitalisasi dan pengelolaan belanja yang lebh terkontrol, efisien dan tepat guna.
Jawa Barat sendiri mencatatkan prestasi membanggakan dalam Championship TP2DD 2024, dengan meraih predikat TP2DD Terbaik I Tingkat Provinsi. Kota Cimahi dan Kota Bogor juga menyabet posisi terbaik II dan III di tingkat kota, serta Kabupaten Ciamis sebagai terbaik II tingkat kabupaten.
Nur berharap, pemanfaatan digitalisasi ini dapat terus dioptimalkan untuk mendukung percepatan roda pertumbuhan ekonomi, termasuk dalam mewujudkan ketahanan pangan dan stabilitas inflasi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam arahannya menegaskan bahwa inflasi bukan sekadar urusan angka, melainkan menyentuh langsung kesejahteraan masyarakat.
“Salah satu tantangan nyata dalam pengendalian harga saat ini berada di sektor pertanian, yang disebabkan oleh tingginya biaya produksi dan pola pertanian masyarakat yang masih menanam satu jenis tanaman (monokultur), sehingga tidak dapat menciptakan sumber penghasilan yang menjadi penopang perputaran kebutuhan ekonomi harian petani bersama keluarganya,” ungkap KDM.
Dedi menambahkan, untuk mendorong kemakmuran, dibutuhkan upaya membangun kemandirian petani melalui inovasi dan efisiensi, serta mendorong keterlibatan generasi muda agar tidak hanya konsumtif, tetapi juga produktif.
Pemerintah Jawa Barat menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan, guna menciptakan sumber daya manusia yang mampu menggerakkan ekonomi kreatif secara berkelanjutan.
“Dengan didukung oleh pemanfaatan teknologi digital, berbagai aktivitas kehidupan masyarakat, termasuk pertanian dan pendidikan, akan dapat dijalankan secara lebih cepat, mudah, dan efisien,” tabahnya.
Lebih lanjut, Dedi mengharapkan pemanfaatan teknologi digital dapat semakin dioptimalkan, dengan tanpa meniadakan praktik ekonomi konvensional yang sarat sentuhan manusia dan kearifan lokal. Dengan mengombinasikan kekuatan tradisi dan daya ungkit teknologi, ekosistem ekonomi digital Jawa Barat akan tumbuh inklusif sekaligus tetap manusiawi.
Sebagai wujud komitmen seluruh TPID – TP2DD Jawa Barat dalam pengendalian inflasi dan perluasan digitalisasi di Jawa Barat, rangkaian Pasamoan Agung ditutup dengan pembacaan Kesepakatan Bersama Pengendalian Inflasi dan Perluasan Digitalisasi oleh Asisten Daerah II Jawa Barat, H. Sumasna. Melalui forum ini, sinergi dan kolaborasi lintas instansi terus diperkuat untuk menghadapi tantangan pengendalian inflasi dan mendorong percepatan digitalisasi ekonomi daerah. Kedua hal ini menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing. (Pun)***







Komentar